Iran Klaim California sampai Sekolah Malaysia Tutup Imbas Karhutla RI
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan menjadi sorotan berita internasional karena sudah meluas ke negara tetangga.
Perang Amerika Serikat vs Iran juga masih menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malaysia Tutup 108 Sekolah di Sarawak Gegara Kabut Asap Karhutla RI
Sebanyak 108 sekolah di Serian negara bagian Sarawak, Malaysia, tutup karena kabut asap yang memburuk imbas kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia.
Penutupan dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) mencatat kualitas udara melebihi 200. Komite Manajemen Bencana Sarawak kemudian menyatakan selama penutupan murid akan belajar di rumah agar mereka tak terganggu.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," demikian pernyataan resmi komite itu, dikutip Bernama, Rabu (12/8).
Trump Klaim Hormuz, Teheran Balas 'Caplok' California Milik Iran
Iran mengejek Presiden Donald Trump dengan menyebut California sebagai wilayah baru mereka usai sang presiden mengeklaim Selat Hormuz wilayah baru Amerika Serikat.
Aku media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India @IraninHyderabad me-repost unggahan akun Gedung Putih yang berisi tangkapan layar konten Trump di Truth Social soal klaim Hormuz.
Akun perwakilan Iran itu mengunggah peta yang menunjukkan negara bagian AS dan menandai California dengan warna biru.
"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," demikian unggahan tersebut pada Rabu (19/8).
Rusia Ejek Klaim Trump soal Selat Hormuz sebagai Humor Istimewa
Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina Mikhail Ulyanov mengolok-olok klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan akan menetapkan Selat Hormuz sebagai "wilayah Amerika Serikat."
Dalam akun X seperti dikutip CNN, pada 16 Agustus dia menuliskan, "Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa ancaman untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai "wilayah AS" hanyalah lelucon. Sebuah selera humor yang sangat istimewa.
Unggahan Ulyanov juga ditulis oleh sejumlah media seperti IRNA Iran, saba.net Yaman, Dawn Pakistan dan Middle East Eye.
(rds)

