Ikut Perang Bela Ukraina, Anak Menkes AS Masuk Daftar Buronan Rusia
Anak Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F Kennedy Junior, Conor Kennedy, masuk dalam fatar buronan internasional Rusia usai pengdailan di Moskow memerintahkan penangkapan secara in absentia.
Pengadilan Distrik Basmanny di Moskow yang dikuatkan Pengadilan Kota Moskow usai banding tertutup menuduh Conor bertindak sebagai tentara Ukraina, demikian dikutip Firstpost, Kamis (20/8).
Pengadilan Distrik Basmanny lalu mengizinkan penangkapan Conor secara in absentia setelah pengajuan resmi jaksa penuntut negara Rusia.
Dokumen penuntut menyebut Conor berpartisipasi dalam pertempuran bersenjata langsung melawan personel Rusia di wilayah Kharkiv pada 2022.
Berdasarkan Kitab Undang-Undang Pidana Federasi Rusia, Conor bisa dikenai hukuman penjara tujuh hingga sepuluh tahun jika tertangkap atau diekstradisi ke wilayah Rusia.
Peluang Rusia menangkap Conor sebetulnya sangat kecil. Namun, dia tetap menghindari perjalanan ke negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Moskow.
Proses hukum ini merupakan puncak penyelidikan yang dilakukan Komite Investigasi Federasi Rusia terhadap warga negara asing yang berpartisipasi dalam pertempuran bersama pasukan militer Ukraina.
Kronologi Anak Menkes ikut perang
Conor dilaporkan melakukan perjalanan ke Eropa Timur pada 2022 untuk bergabung dengan Legiun Internasional Ukraina.
Dalam salah satu unggahan di media sosialnya, Conor mengaku telah memutuskan ikut berperang hanya dalam waktu 24 jam setelah Leigun Internasional terbentuk. Ia mengeklaim tergerak dengan jumlah korban yang tewas.
Tanpa latar belakang militer atau pelatihan taktis sebelumnya, ia mengunjungi Kedutaan Besar Ukraina di Washington untuk menanyakan pendaftaran. Conor lantas melakukan perjalanan sendiri ke Polandia lalu ke perbatasan Ukraina untuk ikut legiun asing.
Demi menghindari perlakuan istimewa atau menciptakan kerentanan keamanan bagi pasukannya, Conor beroperasi secara anonim di garis depan.
Dia hanya memberi tahu satu orang di Amerika Serikat tentang tujuan sebenarnya dan mengungkapkan identitas asli ke satu rekan prajurit di Ukraina.
Meski masuk tanpa pengalaman tempur sebelumnya, dia menjalani pelatihan infanteri intensif dalam penanganan senjata dan kondisi fisik, dan akhirnya ditugaskan menjadi penembak senapan mesin di front timur laut di Kharkiv.
Conor menghabiskan 2,5 hingga empat bulan bergabung dengan pasukan Ukraina.
(isa/bac)