KILAS INTERNASIONAL

Malaysia Dibekap Asap Karhutla RI sampai Turki Mau Tangkap Netanyahu

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 05:50 WIB
Kuala Lumpur city centre shrouded in haze from wildfires in Indonesia, in Kuala Lumpur, Malaysia, August 12, 2026. REUTERS/Hasnoor Hussain
Malaysia hingga Singapura dibekap kabut asap karhutla RI. Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak tujuh wilayah di Malaysia dikepung polusi udara parah pada Minggu (23/8), yang dipicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kabut asap telah menjadi masalah rutin di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia dan Singapura.

Sementara itu pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengupayakan untuk mengeluarkan red notice, demi menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (24/8).

7 Wilayah Malaysia Polusi Parah Imbas Karhutla, Nyaris Amat Tak Sehat

Tujuh wilayah di empat negara bagian Malaysia mencatat indeks polusi udara (Air Pollutant Index/API) di kategori tidak sehat pada Minggu (23/8) pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Data Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index Management System/APIMS) menunjukkan empat wilayah di negara bagian Sarawak mencatat API nyaris di tingkat sangat tidak sehat.

Tiga wilayah dengan tingkat tidak sehat lain, yakni Johan Setia di Selangor sebesar 157, Sungai Petani di Kedah dengan angka 140, dan Taiping di Perak di angka 121.

Malaysia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia. Kabut asap terbang dari berbagai arah, terutama dari Kalimantan, dan menyebabkan sejumlah wilayah Negeri Jiran diselimuti polusi.

Iran Didatangi Panglima Militer Pakistan di Tengah Konflik dengan AS

Panglima Militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke ibu kota Iran, Teheran, pada Senin (24/8). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral sekaligus mendukung stabilitas keamanan di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi agenda kedatangan Munir bersama delegasi tingkat tinggi Pakistan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu (23/8).

Baqaei menyampaikan bahwa Munir dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan dan diskusi strategis bersama pejabat tinggi Iran. Kunjungan ini merupakan bagian dari "upaya Pakistan untuk membantu memperkuat perdamaian dan keamanan di kawasan."

Turki Mau Rilis Red Notice Interpol Buat Tangkap Netanyahu

Turki mengupayakan untuk mengeluarkan red notice Interpol demi menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan genosida.

Permintaan penangkapan ini menyusul agresi brutal Israel ke Jalur Gaza Palestina sejak 2023, termasuk serangan terhadap kapal relawan Global Freedom Flotilla yang berlayar untuk mengirimkan bantuan ke Gaza.

Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menegaskan di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Turki akan terus berdiri teguh di sisi rakyat Palestina, mereka yang tertindas, dan hati nurani umat manusia.

(tim)