Kemlu: RI Komunikasi dengan Tetangga soal Karhutla, Belum Ada Protes
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan komunikasi dengan negara-negara tetangga terus dilakukan di tengah upaya Indonesia menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain itu Kemlu memastikan belum ada negara tetangga yang melakukan protes.
"Komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan terus berjalan dengan baik. Langkah diplomasi juga dilakukan dengan terus berbagi informasi mengenai perkembangan situasi karhutla," kata Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, dikutip dari Antara, Senin (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nabyl memastikan pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah penanganan karhutla secara terpadu untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk ke negara tetangga.
Pemerintah Indonesia senantiasa mengoptimalkan mekanisme tingkat ASEAN untuk melakukan pemantauan dan pertukaran informasi terkait dampak karhutla, katanya. Indonesia juga terus bekerja sama dengan sesama negara ASEAN dalam kerangka Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (Agreement on Transboundary Haze Pollution).
Upaya yang ditempuh tersebut merupakan langkah bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, pencegahan, penanganan kebakaran, serta memperkuat koordinasi antarnegara dalam menghadapi risiko kabut asap lintas batas.
Lihat Juga : |
Lebih lanjut, Nabyl juga memastikan belum ada negara tetangga yang melayangkan protes kepada Indonesia terkait dampak karhutla di wilayah mereka.
"Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih belum menerima penyampaian keberatan secara resmi dari negara-negara tetangga terkait perkembangan karhutla dan kabut asap," ucap Nabyl.
Adapun pemerintah RI terus meningkatkan upaya pengendalian dan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera melalui pengerahan 12.880 personel dan bantuan alat untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.
(antara/har)
