Konflik Suriah-Israel Kembali Memanas, AS Turun Tangan Lagi

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 17:51 WIB
Serangan udara Israel di Suriah.
Serangan udara Israel di Suriah. (REUTERS/Khalil Ashawi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suriah dan Israel kembali memanas sehingga Amerika Serikat turun tangan memediasi pembicaraan tingkat tinggi kedua negara di Yordania pada Minggu (23/8).

Kantor berita negara Suriah SANA melaporkan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan meredakan ketegangan setelah Israel menyerang pangkalan udara Abu Al Duhur di Suriah. Informasi itu disampaikan dalam sumber diplomatik di Kementerian Luar Negeri Suriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan tersebut juga membahas upaya mencegah Suriah terseret dalam ketegangan antara Israel dan Turki. Pembicaraan itu menjadi negosiasi pertama antara Suriah dan Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Delegasi Suriah dalam pertemuan itu dipimpin Menteri Luar Negeri Asaad Al Shaibani. Sementara itu, delegasi Israel turut melibatkan Kepala Mossad Roman Gofman.

Kedua pihak membahas berbagai isu, termasuk rencana pembentukan "ruang operasi khusus" di Yordania. AS akan mengawasi ruang tersebut untuk mencegah konfrontasi di Suriah, termasuk konflik yang melibatkan Turki, seperti yang dikutip Middle East Eye dalam sumber diplomatik dan sumber pemerintah Suriah kepada AFP.

Selama pembicaraan, delegasi Suriah kembali menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel. Damaskus juga menilai pembahasan status akhirnya masih terlalu dini.

Suriah kemudian menyampaikan dua prioritas utama. Pertama, meminta Israel menarik pasukannya ke garis sebelum 8 Desember 2024. Kedua, implementasi penuh perjanjian pelepasan pasukan tahun 1974.

(mge/bac)
placeholder