Paspampres AS Waspadai Ancaman Pembunuhan Anak Trump Lewat Video Iran

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 19:50 WIB
Ilustrasi. Media Iran siarkan video berisi ancaman pembunuhan terhadap putra Presiden AS Donald Trump, Barron Trump. (Instagram)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas rahasia (Secret Services) Amerika Serikat mewaspadai sebuah video berisi ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump, putra Presiden AS Donald Trump, disiarkan oleh media pemerintah Iran, IRIB. AS mengaku telah mengetahui penayangan video tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.

IRIB, media pemerintah yang dianggap sejalan dengan kelompok garis keras dalam rezim Iran, menayangkan video bernuansa ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump.

"Secret Service mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala hal yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap pihak-pihak yang kami lindungi," ujar juru bicara pasukan pengamanan presiden AS itu, Nate Herring dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan CNN.

"Demi alasan keamanan operasional, kami tidak membahas masalah intelijen terkait perlindungan."

Video berdurasi tiga menit ini diawali dengan grafis teks berbahasa Inggris dengan bunyi "Where to kill Barron Trump?!". Kemudian ditampilkan grafis bergaya khusus yang memperlihatkan lokasi tempat Barron Trump sering menghabiskan waktu.

Jelang akhir video, narator menyebutkan bahwa orang-orang "sangat menantikan untuk menerima imbalan 10 juta dolar kami."

Sumber penegak hukum federal menyebut bahwa video itu merupakan bagian dari rangkaian video dari Iran yang menargetkan keluarga Trump dan Trump sendiri. Beberapa video di antaranya berisi rincian pergerakan dan saran untuk membunuh keluarga presiden.

Sebelumnya, pemerintah AS telah lama memperingatkan kemungkinan Iran berupaya membunuh Trump terutama sejak serangan drone pada 2020. Serangan itu diperintahkan oleh Trump sendiri dan menewaskan jenderal tinggi Iran Qasem Soleimani.

Kemudian seruan untuk membunuh Trump juga disuarakan pada poster-poster yang dibawa selama acara pemakaman Ali Khamenei pada Juli lalu.

Tak hanya Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengklaim Iran berupaya membunuh anaknya.

"Ini kasus yang sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu anak laki-laki saya," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan media Israel.

(els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK