47 Warga AS Hilang Akibat Banjir Bandang Terjang Nepal
Sebanyak 47 warga negara Amerika Serikat hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang Nepal pada Rabu (26/8).
Juru bicara dewan pariwisata Nepal, Sunil Sharma, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa puluhan warga AS tersebut termasuk di antara sedikitnya 341 warga negara asing (WNA) yang belum ditemukan pasca bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikitnya 142 warga India juga hilang dalam peristiwa ini. Mereka umumnya pelancong yang berziarah ke Gunung Kailash di Tibet, situs suci bagi umat Hindu, dikutip dari CNN.
Dua belas warga Inggris yang tergabung dalam agen Alpine Eco Trek juga termasuk di antara yang hilang.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sementara itu turut melaporkan setidaknya 34 warga Negeri Kanguru belum ditemukan di Nepal usai banjir bandang.
"Saat ini Nepal adalah negara berkembang. Negara ini tidak memiliki sumber daya untuk kondisi seperti itu, sehingga informasi sulit didapatkan. Doa kami menyertai semua orang yang mengkhawatirkan orang-orang terkasih mereka," ujar Albanese, seperti dikutip AFP.
Kementerian Luar Negeri Ukraina juga menyatakan 53 warga mereka diyakini hilang dalam bencana ini.
Tujuh belas warga Malaysia yang bepergian bersama Fishtail Tours & Travels juga belum berhasil dikontak.
Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel), sembilan warga Korsel diyakini hilang dan 10 lainnya terperangkap longsoran. Para warga disebut bekerja untuk Korea Energy dan Doosan Energy Co di pembangkit listrik tenaga air.
Badan pariwisata Afrika Selatan juga mencatat empat warga mereka yang bepergian dengan agen Alpine Eco Trek hilang.
Kementerian Luar Negeri Portugal juga menyebut dua warga negara mereka belum ditemukan pasca banjir dahsyat tersebut.
Beberapa warga asing lain yang juga hilang atau belum berhasil dikontak antara lain 90 warga Italia, satu warga Belanda, empat warga Rusia, dan tiga warga Belgia.
Nepal diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu (26/8).
Laporan awal menyebutkan musibah ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.
Namun, analisis lebih lanjut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum tanah longsor dan banjir bandang terjadi.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah telah mengerahkan personel militer, kepolisian, helikopter, dan tim medis ke lokasi bencana untuk penanganan darurat.
(blq/bac)

