Trump: Saatnya AS Beri Kanada Pelajaran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku akan memberi Kanada "pelajaran" setelah perundingan perdagangan antara kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Hal itu diungkapkan Trump setelah Kanada merespons keputusan tarif yang dijatuhkan AS. Semua bermula ketika Trump memberlakukan tarif baru sebesar 50% terhadap impor Kanada senilai US$20 miliar, Sabtu (22/8), setelah perundingan antara kedua negara gagal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanada, Selasa (25/8), kemudian membalas dengan mengenakan tarif terhadap impor tahunan dari AS yang bernilai sekitar US$20 miliar.
"Kami sudah memiliki kesepakatan, kesepakatan yang cukup bagus, Anda tahu, lumayan bagus. Mereka tidak memiliki apa pun yang mutlak kita butuhkan, kita bisa tetap berjalan tanpa mereka."
"Maksud saya, ada beberapa hal yang mungkin sedikit merepotkan, tetapi kita bisa mendapatkannya dari tempat lain. Dan sudah saatnya memberi pelajaran kepada Kanada bahwa mereka tidak bisa lagi melakukan hal ini," ujar Trump menambahkan dikutip dari Reuters, Kamis (27/8).
Trump juga mengumumkan tarif 50% untuk kendaraan dan suku cadang otomotif Kanada yang akan mulai berlaku pada 1 Januari. Kanada menyatakan penolakan AS untuk memberikan keringanan tarif bagi kendaraan berukuran sedang dan berat menjadi salah satu alasan kegagalan tercapainya kesepakatan.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga menyatakan saat ini tidak ada jalur komunikasi terbuka dengan pihak Kanada. Greer memastikan pemerintah AS tidak akan tinggal diam dengan tindakan Kanada.
"Jika ada tindakan balasan lebih lanjut dari pihak Kanada, tentu saja kami tidak akan tinggal diam dan menerimanya begitu saja. Kami memiliki kebijakan perdagangan sendiri dan akan melanjutkannya dengan cara terbaik bagi AS," ucap Greer.
Sementara Penasihat Gedung Putih, Peter Navarro, memprediksi kesepakatan antara Kanada dengan AS akan lebih buruk daripada tawaran yang diajukan pekan lalu.
"Hasil akhirnya tidak akan baik bagi Kanada, dan saya memperkirakan bahwa kesepakatan yang sempat didapat Kanada dan kemudian ditolak, tidak akan pernah didapat lagi," ujar Navarro.
(har/bac)
