AS Cap Organisasi Palestine Action sebagai Kelompok Teroris
Amerika Serikat memasukkan organisasi non-profit yang berbasis di Inggris, Palestine Action, sebagai kelompok teroris di tengah kampanye Presiden Donald Trump melawan gerakan sayap kiri.
Kementerian Keuangan AS (Departement od The Treasuey's Office of Foreign Assets Control (OFAC) memasukkan tiga kelompok ke daftar ini di antaranya Autistic Inventati, Palestine Action, dan Masar Badil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS mengambil tindakan untuk melawan ancaman yang semakin meningkat yang ditimbulkan oleh kelompok teroris sayap kiri ekstrem yang melakukan kekerasan," demikian rilis Kemenkeu AS pada Rabu (26/8), di situs resmi.
Autistic Inventati merupakan entitas di Italia yang memasok arsitektur digital, alat, dan layanan khusus untuk sel-sel Antifa dan ekstremis sayap kiri ekstrem lain. Sementara itu, kelompok transnasional Masar Badil yang beroperasi sebagai kedok untuk Front Populer untuk Pembebasan Palestina.
Lalu ada Palestine Action, menurut pemerintah AS, merupakan organisasi yang berbasis di Inggris dan masuk daftar kelompok teroris daro pemerintah Inggris pada Juli 2025.
Palestine Action padahal kelompok yang didirikan pada Juli 2020 dan fokus kampanye menolak keterlibatan global dalam pendudukan Israel hingga operasi militer mereka di Palestina.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kelompok ekstremis sayap kiri hingga pendukungnya harus waspada.
"Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan instrumen ekonomi kami," kata Bessent.
Dia lalu berujar, "Terorisme politik tak punya tempat di masyarakat kita, dan kami akan memutus jalur keuangan kelompok ini sampai mereka dilenyapkan."
Tindakan ini diambil berdasarkan strategi kontraterorisme AS 2026 yang mengidentifikasi kelompok teroris sayap kiri ekstrem yang melakukan kekerasan.
Menurut Kemenkeu AS, pemerintah menargetkan tiga kelompok itu beserta para pemimpinnya sebagai langkah untuk melindungi warga dari risiko yang "ditimbulkan sayap kiri ekstrem."
Langkah ini juga terjadi di tengah upaya Trump memberantas gerakan kiri di AS. Di periode kedua ini, politikus Republik tersebut kian menunjukkan upaya dia mengonsolidasikan basis pendukung konservatif dan menekan lawan politik.
(isa/rds)