Raja Norwegia Harald V Kritis, Ratu sampai PM Batal Dinas ke Jerman

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 17:35 WIB
(FILES) (L-R) King Harald V of Norway and Queen Sonja of Norway have taken seat at Oslo City Hall to attend the awarding of the 2024 Nobel Peace Prize on December 10, 2024. The health of Norway's 89-year-old King Harald, hospitalised with a blood dis
Raja Harald V dari Norwegia dan Ratu Sonja (kanan). (Foto: AFP/ODD ANDERSEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Raja Norwegia Harald V dalam kondisi kritis dan sudah dirawat di rumah sakit Oslo University Hospital selama 10 hari sejak 17 Agustus, Kamis (27/8).

Istana Kerajaan Norwegia menyatakan Harald dalam "kondisi sangat serius" karena gangguan kurang darah akut atau anemia hemolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi kesehatan yang mulia sangat serius," demikian pernyataan istana, dikutip AFP. Namun, mereka tak memberi rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Ratu Sonja dan Putra Mahkota Haakon sampai-sampai membatalkan seluruh kegiatan kerajaan. Mereka saat ini juga dilaporkan berada di sisi raja.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store juga membatalkan perjalanan ke Jerman pada Kamis karena kondisi kesehatan Raja Harald yang memburuk. Sebelumnya dia dijadwalkan ke Jerman untuk bertemu dengan mitranya, Kanselir Friedrich Merz.

"Mengingat kondisi kesehatan raja yang serius, perdana menteri membatalkan kehadirannya malam ini dalam pertemuan strategis para pemimpin parlemen dari partai-partai yang tergabung dalam pemerintahan di Jerman, serta jamuan makan malam kerja bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz," demikian pernyataan kantor PM melalui email kepada AFP.

Harald dirawat usai mengalami penumpukan cairan terkait pengobatan kortison dan serangkaian masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir termasuk pemasangan alat pacu jantung.

Harald bahkan sudah mengurangi tugas resminya tetapi berulang kali menolak untuk turun takhta. Selama dia dirawat di RS, Haakon bertindak sebagai wali raja.

Penyakit anemia hemolitik merupakan gangguan kurang darah yang terjadi saat sel darah merah hancur atau pecah lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang untuk memproduksinya kembali.

Normalnya sel darah merah bertahan selama sekitar 120 hari. Dalam kondisi tersebut, sel darah merah hancur lebih cepat sehingga tubuh kekurang sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen.

Gejala umum anemia hemolitik mencakup rasa lelah ekstrem; kulit, kuku, atau bagian putih mata tampak pucat atau mengunin; detak jantung terasa cepat atau tak teratur; urin jadi gelap; dan perut bagian atas nyeri imbas pembesaran limpa atau empedu.

(isa/rds)
placeholder