Trump Jamin Putin Tak Berencana Serang Negara NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tak berniat menyerang wilayah NATO.
Pernyataan Trump itu dilontarkan saat ditanya mengenai isu bahwa AS mendesak Rusia untuk tidak menyerang negara anggota blok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melakukan pembicaraan yang baik dengannya. Dia tidak akan menyerang wilayah NATO," kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip AFP.
The Wall Street Journal dan CBS News sebelumnya melaporkan bahwa Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) John Ratcliffe diam-diam ke Moskow pada Senin (24/8) malam untuk memperingatkan Kremlin agar tidak menyerang anggota NATO.
Baru-baru ini, penilaian intelijen AS mengungkap bahwa Rusia tampaknya ingin menguji NATO dengan melancarkan serangan terbatas terhadap salah satu anggota, baik lewat serangan siber atau invasi militer skala kecil.
Pada Rabu (26/8), Trump membantah bahwa Ratcliffe ke Rusia untuk menekan Moskow. Dalam wawancara telepon di program radio Glenn Beck, ia mengatakan Ratcliffe cuma melakukan "rutinitas" biasa dan untuk mewujudkan perdamaian di Ukraina.
Ini merupakan kunjungan pertama Ratcliffe ke Rusia sejak 2021. Terakhir kali seorang direktur CIA mengunjungi Moskow yaitu pada November 2021, ketika William Burns memperingatkan Rusia agar tidak mengirim pasukan ke Ukraina. Beberapa minggu kemudian, Kremlin melancarkan perang skala penuh terhadap Ukraina.
Washington dan Moskow telah mempertahankan komunikasi langsung mengenai masalah intelijen dan keamanan, meskipun hubungan mereka tegang karena perang Rusia dengan Ukraina.
Percakapan telepon terakhir yang diketahui antara Trump dan Putin terjadi pada Juni, sementara pertemuan tatap muka terakhir mereka berlangsung setahun lalu.
(blq/dna)
