Tolak Bantuan SAR Asing, Nepal Ungkap Perlu Kebutuhan Ini Pasca Banjir

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 12:25 WIB
A survivor is transported to a safer place in a JCB following a flash flood at Trishuli in Nuwakot district, Nepal, August 26, 2026. REUTERS/Navesh Chitrakar
Nepal menyatakan belum membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) setelah banjir besar melanda wilayah perbatasan Nepal-China. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Nepal menyatakan belum membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR) setelah banjir besar melanda wilayah perbatasan Nepal-China.

Pemerintah setempat justru meminta bantuan internasional untuk sejumlah pekerjaan teknis yang membutuhkan keahlian khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan tim penyelamat lokal masih mampu menangani operasi pencarian dan penyelamatan. Karena itu, pemerintah tidak melihat kebutuhan untuk mendatangkan tim SAR asing.

"Kami menilai tidak ada kebutuhan untuk mengulang upaya pencarian dan penyelamatan yang sudah dilakukan tim Nepal," kata Khanal kepada Reuters, Jumat (28/8) malam.

Namun, Nepal membutuhkan bantuan asing untuk sejumlah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan teknologi yang belum cukup tersedia di dalam negeri.

"Kami telah meminta layanan khusus dan bantuan teknis untuk bidang-bidang yang kami belum memiliki cukup keahlian dan pengetahuan teknis," ujarnya.

Bantuan yang dibutuhkan mencakup penyelamatan orang yang terjebak di dalam terowongan, pembukaan kembali akses transportasi dan komunikasi di wilayah yang jembatannya hancur, hingga identifikasi jenazah.

Nepal juga membutuhkan bantuan untuk pengujian DNA serta penyimpanan jenazah dalam waktu lebih lama.

Banjir besar tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser pada Rabu (26/8). Material berupa batu, es, lumpur, dan puing-puing dalam jumlah besar kemudian menerjang sistem sungai di kawasan Himalaya.

Bencana tersebut menewaskan hampir 600 orang di Nepal dan Tibet, China. Lebih dari 2.000 orang lainnya masih belum ditemukan.

Nepal juga telah meminta bantuan India dan China untuk menyediakan jembatan Bailey, yang dapat digunakan untuk membuka kembali akses transportasi dan komunikasi di wilayah terdampak. Sekitar dua lusin jembatan dilaporkan hancur akibat bencana tersebut.

Khanal mengatakan permintaan bantuan teknis tersebut berbeda dengan operasi SAR. Menurut dia, kebutuhan utama Nepal saat ini adalah keahlian khusus yang tidak cukup dimiliki tim di dalam negeri.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan pemerintah setempat masih mampu menangani operasi penyelamatan sendiri dan tidak membutuhkan keterlibatan asing dalam pencarian serta penyelamatan korban.

(del/rds)
placeholder