8 Pejabat Pakistan Kena Ancaman Pidana Usai Kebakaran Tewaskan 14 Bayi

CNN Indonesia
Minggu, 30 Agu 2026 20:05 WIB
PM Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penangguhan 8 pejabat dan meminta proses pidana setelah peristiwa tewasnya 14 bayi di rumah sakit di Islamabad. (REUTERS/Akhtar Soomro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penangguhan delapan pejabat dan meminta proses pidana terhadap mereka.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari peristiwa tewasnya 14 bayi dalam kebakaran di ruang bersalin sebuah rumah sakit di Ibu Kota Islamabad.

Laporan awal menyebut, api melahap unit perawatan bayi itu hanya dalam waktu sekitar dua menit. Kebakaran terjadi pada Rabu (26/8) sekitar pukul 06.30 waktu setempat.

Dalam laporan awal yang disusun komite beranggotakan empat orang bentukan Sharif, disebutkan hanya seorang perawat yang berhasil menyelamatkan satu dari 15 bayi yang berada dalam perawatan di ruang tersebut.

Di antara delapan pejabat yang ditangguhkan, terdapat staf rumah sakit, termasuk direktur eksekutif dan kepala departemen neonatal, serta direktur jenderal layanan darurat Islamabad.

Sharif menegaskan, pihak-pihak yang dianggap lalai secara kriminal tidak layak mendapat keringanan dan akan diseret ke pengadilan.

"Mereka yang bertanggung jawab atas kelalaian pidana tidak berhak mendapatkan konsesi apa pun" kata Sharif pada Sabtu (29/8) malam, dilansir AFP.

Ia juga menyetujui tindakan terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas keamanan rumah sakit, meski tidak menyebut namanya.

Laporan awal itu menyebut layanan darurat dipanggil enam menit setelah api mulai berkobar, sedangkan petugas penyelamat pertama tiba di lokasi 15 menit kemudian.

Namun, sejumlah orang tua dan saksi mengatakan respons petugas berlangsung lambat. Pihak keamanan pun diduga sempat mencegah orang-orang keluar dari gedung.

Komite penyelidikan juga menemukan rumah sakit tidak memiliki prosedur operasi terperinci ataupun pelatihan darurat kebakaran.

Saat kebakaran dimulai, ada dua perawat, seorang petugas keamanan perempuan, dan seorang petugas lain di ruang tersebut, tetapi tidak ada staf pengawas.

Menteri Kesehatan Pakistan, Mustafa Kamal, sebelumnya mengatakan kebakaran diduga dipicu percikan dari pendingin ruangan. Namun, laporan awal menegaskan sumber api sebenarnya masih belum dipastikan dan penyelidikan terus berlangsung.

Adapun Sekretaris Kesehatan Aslam Ghori, pejabat sipil tertinggi di kementerian tersebut, telah diberhentikan pada Rabu menyusul insiden tragis itu.

Kebakaran besar memang kerap terjadi di Pakistan, yang sering dikaitkan dengan lemahnya aturan keselamatan bangunan dan penegakan hukum.

Pada Januari lalu, lebih dari 65 orang tewas dalam kebakaran pusat perbelanjaan di Karachi. Pada 2023, sedikitnya 11 orang juga meninggal dalam kebakaran mal di kota yang sama. Adapun pada 2012, sedikitnya 250 pekerja tewas dalam kebakaran pabrik garmen di Karachi.

(rti)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Kebakaran Hebat di Pasar Sungai Duri Kalbar

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK