Perang Lawan AS, Iran Klaim Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Terbaru

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 19:45 WIB
Iran mengeklaim tengah mengembangkan sistem pertahanan udara terbaru di tengah perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Iran pernah memesan sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. (Paul GYPTEAU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengeklaim tengah mengembangkan sistem pertahanan udara terbaru di tengah perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

Komandan pasukan pertahanan udara angkatan darat Iran Brigadir Jenderal Alireza Elhami, menyatakan bahwa rancangan-rancangan baru tersebut secara bertahap sedang diwujudkan menjadi produk operasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengeklaim bahwa sistem tersebut benar-benar baru dan belum ada satu pun negara yang memilikinya. Dengan demikian sistem itu, tidak bisa disamakan dengan sistem lainnya yang dikenal negara-negara lain, dikutip dari kantor berita Iran, Mehr News.

Elhami melanjutkan bahwa pasukan pertahanan udara Iran telah mengerahkan sebagian dari sistem buatan dalam negeri mereka selama perang 40 hari. Sistem itu diklaim turut menjatuhkan lebih dari 200 pesawat musuh.

Ia menyebutkan bahwa terbatasnya pengetahuan musuh mengenai spesifikasi, kemampuan, dan metode operasional sistem-sistem ini merupakan salah satu keunggulannya.

Dalam beberapa kasus, menurutnya, musuh tidak mengetahui sistem mana yang telah menghantam proyektil mereka serta tidak memiliki pemahaman yang akurat tentang cara melawannya.

Elhami mengatakan bahwa sistem pertahanan udara baru itu akan melalui tahap penyelesaian setelah diterjunkan ke lapangan dan menjalani evaluasi kinerja.

Setelah proses legalitas dan teknis rampung serta rancangan mencapai tingkat kesiapan yang disyaratkan, sistem-sistem baru itu akan memasuki tahap produksi dan replikasi.

(bac)
placeholder