Asap Karhutla RI Sudah Sampai Bekap Ibu Kota Manila Filipina
Biro Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB) Filipina menyatakan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia sudah sampai ke Metro Manila.
Dalam pernyataan pada Selasa (1/9), DENR-EMB menyebut kabut asap karhutla RI terbawa angin monsun barat daya ke Filipina dan dampaknya dapat dirasakan selama 1 hingga 3 September mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi kabut asap sebagian besar berada di luar kendali kami karena hal ini bergantung pada sejumlah faktor di luar Filipina, termasuk intensitas karhutla di Kalimantan (Indonesia), pola angin yang dominan, dan curah hujan di seluruh wilayah tersebut," kata Kepala Divisi Manajemen Kualitas Lingkungan DENR-EMB, Jundy del Socorro, seperti dikutip Manila Times.
Hasil pemantauan DENR-EMB menunjukkan bahwa pada 1 September, beberapa wilayah di Metro Manila mencatat tingkat PM2.5 yang tinggi, dengan kualitas udara mencapai tingkat sangat tidak sehat hingga sangat tidak sehat akut.
PM2.5 adalah partikel polutan seperti debu, jelaga, kotoran, asap, dan tetesan cairan yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer, yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kondisi seperti stroke, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis. Partikel ini dapat melayang di udara dalam waktu lama.
Meski begitu, Del Socorro mengatakan periode ini dapat berangsur membaik pada 4-6 September, jika curah hujan meluas dan pola angin berubah.
"Hujan adalah salah satu mekanisme alami yang paling efektif untuk menghilangkan partikel yang melayang di udara yang dapat mengakibatkan jarak pandang lebih baik dan konsentrasi kabut lebih rendah," ucapnya.
Kabut asap karhutla Indonesia salah satunya terbawa ke Quezon City, Filipina. Pada Senin (31/8), kegiatan belajar mengajar di sekolah negeri kota tersebut terpaksa dihentikan karena kualitas udara memburuk.
Otoritas Filipina telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga ruangan tetap tertutup, serta mengenakan masker medis kala bepergian.
(blq/rds)