5 Momen Prabowo Dapat Tepukan Meriah saat Pidato di Depan Putin

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 15:20 WIB
Pidato Presiden Prabowo sebagai Tamu Kehormatan Utama pada EEF ke-11, Vladivostok, 3 Sept 2026. Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mendapat lima tepuk tangan meriah saat melakukan pidato pada ajang Eastern Economic Forum (EEF) yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). 

Prabowo menyampaikan pidato tersebut di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan beberapa pemimpin negara lain, yang juga dihadiri ratusan tamu undangan. 

Pada pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung soal politik luar negeri Indonesia, kerja sama bilateral RI dan Rusia, hingga komitmen untuk memperkuat kerja sama yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Berikut lima momen Prabowo mendapatkan gemuruh tepuk tangan saat pidato di EEF di Vladivostok, Rusia.

1. Sebut polugri bebas aktif

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan "aliansi" yang dijalin Indonesia dan negara-negara lain adalah untuk membawa kesejahteraan bagi semua pihak. 

"Kebijakan luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif, dan kami menentukan sendiri kepentingan nasional dan kami ingin berkontribusi terhadap perdamaian. Di St Petersburg tahun lalu saya mengatakan, Indonesia tidak mau bergabung dengan aliansi militer tertentu, tapi kami ingin bergabung kekuatan aliansi ekonomi. Kami bukan ingin bergabung dengan aliansi yang melawan siapa pun, tapi kerja sama demi kesejahteraan untuk semuanya."

"Indonesia bekerja sama ke Timur, Barat, Utara dan Selatan sebagai mitra yang berdaulat dan setara. Bagi Indonesia, 1000 teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Kami datang ke St. Petersburg sebagai teman, dan sekarang kami datang ke Vladivostok untuk mengubah persahabatan ini menjadi hasil pragmatis," kata Prabowo. 

2. RI-Rusia sahabat sejak lama

Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia sudah bersahabat sejak lama. Prabowo juga menyatakan RI tak akan melupakan dukungan Rusia di awal kemerdekaan Indonesia. 

"Indonesia dan Rusia sudah menjadi sahabat selama berdekade-dekade. Indonesia ingat dukungan, ketika itu Uni Soviet, di tahun-tahun awal republik kami yang masih muda. Kami ingat sejarah itu, dan kami tidak akan pernah lupa sahabat kami," kata Prabowo. 

3. Singgung semangat gotong royong

Di momen pidato itu, Prabowo juga mengangkat pepatah Rusia yang berarti perjuangan bersama-sama. 

"Saya tahu ada di Rusia ada pernyataan "Odin v pole ne voin". Yang artinya 'Tidak mungkin ada kemenangan jika kita berjuang sendirian," kata Prabowo.

"Di Indonesia kami juga punya pernyataan yang sama, disebut "Gotong Royong". Setiap beban berat menjadi enteng jika kami menanggungnya bersama," imbuhnya. 

4. Komitmen perkuat kerja sama

Di hadapan Presiden Putin, Prabowo juga ingin memastikan apa pun kerja sama yang dihasilkan dalam forum ini, harus dapat dirasakan oleh rakyat kedua negara. 

"Kami harus memastikan setiap perjanjian yang tercapai di Vladivostok menghasilkan keputusan yang masyarakat bisa lihat dan rasakan. Ketika ada orang-orang yang membangun tembok, kita harus membangun jembatan," ujar Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan. 

5. Kerja sama untuk keuntungan masyarakat

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo kembali mengingatkan agar kerja sama yang dijalin dapat membawa kebaikan bagi masyarakat sebanyak-banyaknya. 

"Di situasi yang sulit, kita memilih kerja sama pengembangan demi keuntungan masyarakat kita. Kami memilih demi kebaikan terbesar bagi sebanyak mungkin orang, dan dengan demikian, kita turut membangun perdamaian serta kemakmuran yang langgeng. Thank you, terima kasih, spasibo bolshoe," pungkasnya. 

(har/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK