Sebuah kapal kargo Turki tenggelam di Laut Marmara usai tabrakan dengan kapal lain pada Rabu (3/9). Sepuluh orang hilang dalam insiden ini.
Direktorat Maritim Kementerian Transportasi Turki melaporkan insiden terjadi pada dini hari di lepas pantai distrik Silivri, barat Istanbul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugberk Imamoglu, kapal kargo yang mengangkut gulungan baja bertabrakan dengan ALSU, kapal tanker minyak kosong.
"Karena Tugberk Imamoglu tidak merespons panggilan apa pun dan para awak tidak menjawab ponsel mereka... kapal kargo tersebut diyakini tenggelam," demikian pernyataan badan tersebut, seperti dikutip AFP.
Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu mengatakan Tugberk Imamoglu tenggelam sangat cepat usai pihak berwenang menerima panggilan darurat.
"Kami menerima panggilan darurat pada pukul 03.26 (waktu setempat). Jika kita mengacu pada waktu tabrakan yang dilaporkan kapten yakni pukul 03.15, dapat dikatakan bahwa proses tenggelamnya terjadi sangat cepat, hanya dalam waktu 11 menit," ucapnya.
Uraloglu menyebut pelampung dan sekoci ditemukan di sekitar tempat kejadian. Namun, seluruhnya dalam keadaan kosong.
"Kami melihat pelampung dan sekoci, namun sekoci itu kosong. Sayangnya, belum ada korban selamat yang ditemukan sejauh ini," ujarnya.
Kapal kargo Tugberk Imamoglu disebut membawa 10 orang, dengan rincian satu kapten dan sembilan awak. Semuanya merupakan warga Turki.
Kapal kargo ini tenggelam di perairan dengan kedalaman sekitar 900 meter. Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan dalam upaya pencarian dan penyelamatan.
Penyebab tabrakan hingga kini belum diketahui. Namun, pemilik kapal Tugberk Imamoglu mengatakan kepada media Turki bahwa kapten kapalnya sudah berulang kali mencoba memperingatkan kapal tanker yang melaju ke arah mereka.
"Kapten saya memanggilnya dan mengatakan: 'Anda terlalu dekat'," ujar pemilik kapal, Tahsin Dogruyol.
(blq/dna)
