Menteri Israel Beber Rencana Singkirkan Warga Palestina dari Gaza
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, terang-terangan membeberkan rencana menyingkirkan warga Palestina dari Jalur Gaza.
Dalam pernyataan pada Kamis (3/9), Ben Gvir mengatakan ia telah menyusun rencana untuk mengusir sekitar dua juta penduduk Gaza yang akan berlangsung dalam beberapa kloter. Kloter pertama akan mengeluarkan 250.000 warga Palestina.
"Ini realistis," kata Ben Gvir, seperti dikutip AFP.
Ben Gvir mengatakan sejumlah negara sudah menyatakan siap untuk menampung eksodus warga Palestina. Namun, ia tak merinci negara mana saja yang dimaksud.
"Kita harus mendorong emigrasi penduduk Gaza," ujarnya, sambil menambahkan bahwa warga Gaza tak akan dipaksa meninggalkan tanah mereka.
Ben Gvir melanjutkan partainya yang berhaluan kanan jauh akan menuntut pemerintah membentuk kementerian yang menangani emigrasi warga Palestina. Israel pada Oktober akan menggelar pemilihan umum (pemilu) legislatif.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (2/9) juga menyampaikan bahwa Negeri Zionis telah menyiapkan rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza jika Amerika Serikat (AS) memberikan persetujuan.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, bahkan mengusulkan agar langkah tersebut juga diterapkan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, wilayah yang diduduki Israel sejak tahun 1967.
Presiden AS Donald Trump di awal masa jabatan keduanya pernah menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza.
Ia sempat melontarkan wacana ingin mengubah Jalur Gaza menjadi destinasi wisata.
Namun, setelah menuai kecaman dunia, Trump akhirnya mengurungkan gagasan tersebut.
(rds/rds)