Trump Terima Kunjungan Delegasi Rabi Anti-Zionis di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu delegasi rabi yang dikenal anti-Zionis, Yahudi Hasidut (hasidic), di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (3/9).
Mereka mengirim surat yang mendesak penghentian perang di Jalur Gaza, Palestina. Surat tersebut menekankan bahwa Zionis dan pemimpin Israel tak bicara atas nama Yahudi, demikian dikutip Al Jazeera.
Salah satu rabi yang hadir dalam pertemuan itu adalah Rabi Agung Aaron Teitelbaum. Dia pernah mengkritik Israel dan menyatakan komunitas Yahudi tak terlibat apapun atas agresi pemerintah di Gaza.
"Kami tak punya perang dalam Zionisme, kami tak terlibat dalam perang mereka, kami tak terlibat dengan pemerintah Israel" kata Aaron pada Juli tahun lalu.
Dalam pertemuan di Gedung Putih, menurut laporan media Israel, rabi lain yang hadir yakni Rabi Zalman Leib Teitelbaum, Rabi Bobov, Rabi Vizhnitz, dan Kepala Yeshiva Lakewood Malkiel Kotler.
Menantu Trump yang juga utusan Dewan Perdamaian (Board of Peace) Jared Khusner, Wakil Presiden JD Vance, dan anggota DPR fraksi Republik Mike Lawler turut hadir.
Sejumlah sumber yang mengetahui pertemuan itu Vance bercanda dengan para rabi. "Hanya kaum Hasidim Yudaisme yang punya keluarga lebih besar dari dia," kata Vance.
Ayah Vance punya empat anak termasuk dirinya. Wapres itu lalu bertanya mengapa para rabi menggunakan jubah Hasid yang berbeda.
"Warnanya sesuai saldo rekening bank," jawab salah satu rabi sembari bercanda, demikian dikutip Ynet News.
Pertemuan itu berlangsung jelang hari raya Rosh Hashanah. Pertemuan ini juga jadi yang pertama Gedung Putih menyambut hasidic sejak 1979.