2 Negara yang Disanksi AS Puluhan Tahun tapi Tetap Bertahan

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 08:35 WIB
Kuba masih bertahan meski di tengah tekanan dan embargo ekonomi yang diberlakukan AS. Foto: REUTERS/Norlys Perez
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran telah berada di bawah sanksi ekonomi Amerika Serikat selama lebih dari 47 tahun. Saat ini setelah perang berlangsung selama enam bulan, sanksi sekunder dan blokade juga dijatuhkan AS atas negara itu.

Negara adidaya itu akan melarang negara-negara di dunia memberi bantuan atau menjalin bisnis dengan Iran. Namun selama hukuman berlangsung Iran belum juga menunjukkan tanda-tanda menyerah bahkan makin lantang melawan.

"Kami menyatakan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, dalam siaran televisi pemerintah Iran.

"Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," tambahnya.

Iran bukan satu-satunya

Iran bukan satu-satunya negara yang disanksi oleh AS selama puluhan tahun. Ada Kuba dan Korea Utara yang tetap bertahan meski dalam kondisi ditekan.

Kuba sudah disanksi oleh AS sejak 1962 di era Presiden John F Kennedy.

Kennedy mengumumkan embargo perdagangan antara AS dan Kuba, sebagai tanggapan atas tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan oleh Pemerintah Kuba, dan mengarahkan Departemen Perdagangan dan Departemen Keuangan untuk menerapkan embargo tersebut, yang masih berlaku hingga saat ini.

Dampak dari sanksi ekonomi ini sangat dirasakan oleh masyarakat. Laporan The Guardian pada 2022 saat mengenang 60 tahun sanksi ke Kuba menuliskan, dampak isolasi akibat embargo AS tidak mungkin diabaikan.

Dermaga setengah kosong: AS telah melarang semua kapal pesiar, pertukaran budaya, dan delegasi pendidikan yang dulunya mendorong industri terbesar di pulau itu.

Rumah sakit kekurangan persediaan, AS telah melarang ekspor teknologi medis dengan komponen AS, yang menyebabkan kekurangan kronis obat-obatan bebas resep.

Bahkan internet pun menjadi zona isolasi. Embargo AS berarti warga Kuba tidak dapat menggunakan Zoom, Skype, atau Microsoft Teams untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Dan yang cukup miris adalah jeritan warga yang hanya mendapatkan jatah listrik. Namun Kuba masih tetap berdiri sampai sekarang.

Sementara Korea Utara jauh lebih lama lagi diberi hukuman, yakni sejak tahun 1950. Embargo perdagangan dan keuangan awal diterapkan menyusul keterlibatan militer di Perang Korea.

Sanksi itu biasanya diperbaharui secara berkala. Tahun 2006, Korut mendapatkan sanksi baru dan pengetatan aset keuangan, pasca uji coba nuklir perdana Korut. Lalu 10 tahun kemudian perluasan sanksi ketat terhadap akses sistem keuangan global dan pelarangan transaksi perbankan.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tambahan terhadap sejumlah individu dan lembaga dari Korea Utara serta negara ketiga yang diduga menempatkan teknisi teknologi informasi (TI) secara ilegal di perusahaan-perusahaan AS untuk mengumpulkan dana bagi pengembangan senjata pemusnah massal (WMD).

Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS pernah mengumumkan bahwa pekerja teknologi informasi yang terkait dengan Korea Utara melakukan penipuan terorganisir dengan menggunakan dokumen palsu dan identitas curian untuk bekerja di perusahaan-perusahaan sah di AS maupun negara sekutunya.

OFAC menyatakan telah memasukkan enam individu dan dua lembaga yang terlibat dalam kegiatan tersebut ke dalam daftar sanksi.

Sama seperti Kuba, Korut pun masih tetap bertahan sampai saat ini.

(imf/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK