AS Setuju Jual Bom Senilai Rp88T ke Arab Saudi

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 15:35 WIB
AS menyetujui penjualan bom dan sejumlah peralatan militer lainnya senilai US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun ke Arab Saudi. (AFP/Allison Robbert)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan bom dan sejumlah peralatan militer lainnya senilai US$5 miliar atau sekitar Rp88 triliun ke Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan keputusan itu menyusul permintaan Saudi untuk membeli 5.004 kit panduan Joint Direct Attack Munition (JDAM) KMU-572, lima ribu kit panduan JDAM KMU-556, 5.004 bom serbaguna BLU-111 500-b, dan lima ribu bom serbaguna BLU-117 2.000-lb.

"Usulan penjualan ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi untuk menangkal ancaman regional saat ini dan di masa depan," demikian pernyataan Kemlu AS dalam laman resminya, Jumat (4/9).

"Memperkuat pertahanan dalam negerinya, serta meningkatkan interoperabilitas dengan sistem yang dioperasikan oleh pasukan AS dan mitra kawasan Teluk lainnya."

AS menyebut penjualan ini juga meliputi peralatan pertahanan non-utama seperti sistem sumbu FMU-139; detektor target DSU-38 dan DSU-40; kontainer dan peralatan pendukung; suku cadang, bahan habis pakai dan aksesori, serta dukungan perbaikan dan pengembalian.

[Gambas:Video CNN]

AS juga akan menyediakan layanan dukungan teknik, teknis, dan logistik, serta elemen terkait lainnya.

"Usulan penjualan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan target keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan sekutu utama non-NATO yang merupakan kekuatan untuk stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk," demikian pernyataan Kemlu AS.

Penjualan bom ini dilakukan saat Arab Saudi menjadi target serangan pesawat nirawak dan rudal Iran serta kelompok milisi Houthi Yaman.

Saudi kena imbas karena merupakan sekutu AS dan menyimpan pangkalan militer Washington di Timur Tengah

Karena kondisi tersebut, pada awal Agustus, Saudi meneken pakta pertahanan bersama Pakistan dan Turki.

Kesepakatan serupa NATO tersebut diyakini untuk memberi lapisan perlindungan baru bagi Riyadh. Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

(blq/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK