Israel Serang Lebanon, 4 Tewas di Tengah Gencatan Senjata

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 00:20 WIB
Ilustrasi. Israel serang Lebanon. (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat orang tewas dalam serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan pada Minggu (6/9). Israel menyebut serangan tersebut sebagai respons setelah Hizbullah meluncurkan dua drone ke arah pasukannya.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang tewas di Nabatieh al-Fawqa dan dua perempuan lainnya di wilayah Arab Salim yang berada di sekitar daerah tersebut. Sebanyak 20 orang lainnya terluka dalam serangan di sejumlah lokasi, termasuk beberapa perempuan dan tiga anak-anak. Korban luka juga dilaporkan berada di Kota Nabatieh dan Kfar Rumman.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut jumlah korban tersebut masih bersifat sementara. Militer Israel mengatakan serangan dilakukan setelah dua drone yang diluncurkan oleh anggota Hizbullah mengarah kepada pasukan Israel yang sedang beroperasi di wilayah yang mereka sebut sebagai 'zona keamanan' di Lebanon selatan.

Israel menyebut tindakan Hizbullah sebagai 'pelanggaran terang-terangan' terhadap kesepakatan yang berlaku. Militer Israel tidak melaporkan adanya korban dari pihak mereka dalam insiden tersebut.

Sebelum serangan, militer Israel untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga Lebanon. Mereka meminta penduduk di sekitar sebuah bangunan di Arab Salim yang disebut sebagai fasilitas Hizbullah untuk segera meninggalkan lokasi karena akan diserang.

Namun, peringatan serupa tidak dikeluarkan untuk sejumlah wilayah lain yang kemudian dilaporkan terkena serangan. Kantor berita nasional Lebanon, NNA, melaporkan sebuah rumah lain diserang setelah peringatan evakuasi dikeluarkan. Serangan tersebut menghancurkan bangunan dan menewaskan dua perempuan.

Militer Israel kemudian menyerang bangunan yang sebelumnya disebut dalam peringatan evakuasi.

Serangan rusak bangunan dan fasilitas

NNA melaporkan serangan di Nabatieh al-Fawqa turut menghancurkan sebagian Rumah Sakit Ghandour. Fasilitas tersebut diketahui sudah tidak beroperasi selama beberapa tahun.

Serangan udara lainnya menghantam sebuah bangunan bersejarah di Kota Nabatieh. Sejumlah kantor pemerintahan yang menangani urusan keuangan dan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.

Toko dan kafe di sekitar lokasi juga terdampak serangan. NNA turut melaporkan adanya serangan terhadap sebuah sepeda motor di kawasan tersebut.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat setelah Lebanon terseret ke dalam perang di Timur Tengah pada Maret lalu. Hizbullah saat itu menyerang Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Israel kemudian merespons dengan serangan udara dan operasi darat di Lebanon. Pemerintah Lebanon menyatakan lebih dari 4.300 orang tewas dalam rangkaian konflik tersebut.

Pasukan Israel hingga kini masih beroperasi di wilayah yang mereka nyatakan sebagai 'zona keamanan', yang membentang sekitar 10 kilometer dari perbatasan masuk ke wilayah Lebanon.

Intensitas kekerasan menurun setelah kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik yang lebih luas pada Juni. Israel dan Lebanon juga menandatangani kerangka kesepakatan pada bulan yang sama.

Namun, Lebanon masih melaporkan serangan udara Israel, tembakan artileri, serta penghancuran sejumlah bangunan sipil di desa dan kota di wilayah selatan. Pada Jumat (4/9), serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon menewaskan empat orang, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun. Israel menyatakan serangan itu menyasar target Hizbullah sebagai respons atas peluncuran drone ke arah pasukannya.

Awal pekan ini, Israel juga menyatakan telah mengambil 'kendali operasional' atas punggung bukit strategis Ali al-Taher dekat Nabatieh. Hizbullah belum memberikan komentar mengenai klaim tersebut maupun mengonfirmasi bahwa Israel telah menguasai lokasi strategis itu.

Di tengah ketegangan tersebut, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada pekan ini memfasilitasi pemindahan lima orang yang sebelumnya ditahan Israel ke Lebanon.

Israel dan Lebanon diketahui mulai melakukan perundingan langsung setelah konflik terbaru pecah. Pembicaraan lanjutan diperkirakan berlangsung bulan ini, meski tanggalnya belum diumumkan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK