Trump Bagikan Peta, New Mexico Diubah Jadi 'New America'

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 14:52 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan peta yang mengganti New Mexico dengan nama
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan peta yang mengganti New Mexico dengan nama "New America." (REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan peta yang mengganti New Mexico dengan nama "New America", beberapa hari setelah ia menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America", pada Minggu (6/9).

Trump mengunggah gambar tersebut melalui platform Truth Social Gedung Putih kemudian membagikan ulang gambar itu melalui akun resminya di X.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam gambar tersebut, garis luar negara bagian dengan tulisan "Mexico" dicoret menggunakan warna merah. Tulisan itu kemudian diganti menjadi "America".

Tidak ada penjelasan yang dibagikan bersama gambar tersebut. Gedung Putih juga belum mengumumkan rencana untuk mengganti nama New Mexico.

CNN telah menghubungi pihak terkait untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai unggahan tersebut.

Secara hukum, Trump memiliki kewenangan untuk mengubah sejumlah nama geografis yang tercatat dalam Sistem Informasi Nama Geografis, termasuk nama perairan.

Namun, kewenangan tersebut tidak berlaku untuk mengubah nama negara bagian secara sepihak. Perubahan nama negara bagian harus melalui proses di tingkat negara bagian.

Karena itu, Trump tidak memiliki kewenangan konstitusional untuk secara sah mengganti nama New Mexico menjadi "New America".

Pada Januari 2025, tepat pada hari pertama kembali menjabat sebagai presiden, Trump memerintahkan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.

Pada akhir bulan lalu, Trump juga menandatangani perintah untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi "Lake America".

Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham kemudian menanggapi unggahan Trump. Gubernur dari Partai Demokrat itu menilai Trump sedang berusaha mengalihkan perhatian publik.

Ia juga menegaskan bahwa "nama New Mexico tidak dapat diperdebatkan".

"Sementara Presiden berusaha mengalihkan perhatian warga Amerika dari perang yang membawa malapetaka di Iran, harga bensin terus melonjak," kata Grisham melalui X, pada Minggu (6/9).

"Sementara Gedung Putih membuang waktu mewarnai peta, Nuevo México sibuk melakukan pekerjaannya," lanjutnya.

Senator Demokrat Martin Heinrich juga menanggapi unggahan tersebut. Ia menegaskan akan tetap menggunakan nama asli wilayah-wilayah tersebut.

"Tiga hal yang akan selalu saya sebut dengan nama aslinya, Teluk Meksiko, Danau Ontario, New Mexico," kata Heinrich melalui X.

Menurut lembaran fakta mengenai asal-usul nama negara bagian dari Biro Urusan Indian, nama tersebut sudah digunakan sejak abad ke-16, jauh sebelum AS berdiri.

Trump selama ini kerap mendorong perubahan nama sejumlah tempat penting sebagai bagian dari simbol kekuasaan kepresidenannya. Perubahan nama Danau Ontario dilakukan di tengah perang dagang antara AS dan Kanada.

Setelah menandatangani perintah eksekutif terkait Danau Ontario, ia juga mengisyaratkan rencana potensial untuk mengubah nama salah satu samudra di kedua sisi AS.

"Kita punya teluk dan danau. Sekarang, yang kita butuhkan hanyalah samudra. Jadi, mungkin kita harus mengubah nama Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengubah keduanya," ujar Trump.

(mge/bac)
placeholder