Negara Mungil Pasifik Ini Pro Israel, Buka Kantor Kedubes di Yerusalem
Negara mungil di gugus Kepulauan Pasifik ini membuka kantor Kedutaan Besar di Yerusalem pada Senin (7/8), sebagai bentuk dukungan penuh terhadap Israel.
Nauru bergabung dengan segelintir negara yang mengambil sikap simbolis untuk mendukung kedaulatan Israel atas kota yang statusnya dipersengketakan tersebut.
"Kami memandang pembukaan kedutaan besar di Yerusalem ini bukan hanya sebagai upaya mempererat hubungan kami dengan Israel, melainkan juga sebagai pesan kepada dunia mengenai posisi kami," ujar Wakil Presiden sekaligus Menteri Luar Negeri Nauru, Lionel Aingimea.
Sebagian besar negara tetap mempertahankan kedutaan besar mereka di Tel Aviv dengan alasan bahwa status Yerusalem baru akan diputuskan dalam penyelesaian akhir konflik Israel-Palestina.
Presiden Donald Trump mematahkan konsensus tersebut pada 2018 pada masa jabatan periode pertama. Ia memindahkan kedutaan besar AS ke Yerusalem, kota tempat beradanya parlemen Israel, kantor perdana menteri, serta sebagian besar lembaga pemerintahan utama lainnya.
Sejak langkah Trump tersebut, hanya segelintir negara kecil yang mengikuti jejak AS yaitu Fiji, Guatemala, Honduras, Papua Nugini, dan Paraguay, dikutip dari AFP.
Kosovo dan Somaliland, yang bukan merupakan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga telah membuka kantor yang mereka anggap sebagai kedutaan besar di Yerusalem.
Dalam upacara peresmian pada Senin, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyebut Nauru sebagai "salah satu sahabat terbaik Israel".
Ia mengatakan bahwa negara-negara lain akan segera mengikuti langkah Nauru untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem. Saar kemudian menyebutkan bahwa Kolombia diperkirakan akan melakukan hal serupa pada awal Oktober.
Bogota belum memastikan tanggalnya, namun presiden baru Kolombia yang berhaluan kanan keras, Abelardo de la Espriella, telah mengumumkan rencana tersebut pada bulan Juli.
(bac)