KILAS INTERNASIONAL

Kapal Induk AS Dirudal Iran hingga Trump Ganti Warna Rambut

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 06:00 WIB
A map showing the Strait of Hormuz and Iran is seen behind a 3D printed miniature of U.S. President Donald Trump in this illustration taken June 22, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Ilustrasi. Iran klaim kapal induk AS rusak kena rudal balistik di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengeklaim telah menyerang kapal induk Amerika Serikat (AS) hingga rusak menggunakan rudal balistik pada Minggu (6/9).

Sementara itu Presiden AS Donald Trump muncul menarik perhatian publik gara-gara mengubah warna rambut menjadi lebih gelap dari biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (8/9).

Iran Klaim Kapal Induk AS Rusak usai Diserang Rudal Balistik

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal induk Amerika Serikat dan kapal perusak menggunakan rudal balistik, Minggu (6/9).

Dalam rilis resmi, IRGC menyatakan kedua kapal itu rusak dan "meninggalkan area pertempuran" di dekat Selat Hormuz.

IRGC juga mengeklaim Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengakui dua kapal perang angkatan laut menjadi sasaran. Militer Iran menggambarkan pernyataan ini sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut.

Selain itu, mereka mewanti-wanti AS bahwa aksi militer yang berkelanjutan akan memicu respons "lebih berat" dari angkatan bersenjata Iran.

Langka, Netanyahu Minta Bongkar Pos Permukiman di Tepi Barat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pembongkaran pos-pos permukiman tertentu di Tepi Barat, Palestina usai dilaporkan mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Sejumlah media Israel termasuk Ynet melaporkan Netanyahu mengeluarkan perintah tersebut setelah mendapat tekanan dari AS. Kantor Perdana Menteri Israel belum memberi komentar soal laporan tersebut.

Perintah Netanyahu muncul usai pemerintah Israel berencana membangun permukiman yang membelah Tepi Barat atau dikenal proyek E1. Dunia sudah mengecam, tapi Tel Aviv tak peduli.

Trump Ganti Warna Rambut Pirang Jadi Cokelat, Netizen Heboh

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi perhatian publik setelah tampil dengan warna rambut yang tampak lebih gelap dari biasanya.

Penampilan tersebut memicu spekulasi warganet di media sosial.

Selama ini, Trump dikenal dengan gaya rambut pirang khasnya. Namun, foto saat kedatangannya menunjukkan rambut Trump terlihat lebih gelap dan kecoklatan. Perubahan tersebut langsung menjadi bahan pembicaraan di dunia maya.

(tim/dna)
placeholder