KILAS INTERNASIONAL

Malaysia Cemas Kena Abu Vulkanik RI sampai PM Singapura Donasikan Gaji

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 06:00 WIB
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat rangkaian letusan yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam tersebut terindikasi sebag
Gunung Anak Krakatau yang meletus membuat warga di sejumlah negara tetangga Indonesia khawatir ikut terkena dampak menjadi sorotan berita internasional. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Anak Krakatau yang meletus membuat warga di sejumlah negara tetangga Indonesia khawatir akan ikut terkena dampak menjadi sorotan berita di kilas internasional pada Selasa (8/9).

Perang Iran vs Amerika Serikat yang masih berlangsung hingga perkara kenaikan gaji Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong juga menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Pamer Peta Islandia Berbendera AS, Reykjavik Marah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pamer peta Amerika, Kanada, Islandia, hingga Greenland berbendera AS pada Selasa (8/8).

Pemerintah Islandia marah dan memanggil Duta Besar AS untuk negara tersebut, Billy Long.

Reykjavik meminta klarifikasi Dubes AS atas ulah Trump pamer peta Islandia dengan bendera AS.

PM Singapura Mau Donasikan Semua Kenaikan Gaji selama 5 Tahun

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan akan menyumbangkan semua kenaikan gajinya selama lima tahun.

Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataannya di parlemen pada Selasa (8/9).

"Saya akan mendonasikan semua kenaikan gaji saya dalam penyesuaian ini," kata Lawrence, seperti dikutip di laman resminya.

Malaysia Bersuara usai Warga Waswas Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau

Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) buka suara usai warga Negeri Jiran waswas terkena abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Indonesia. 

Direktur Jenderal MetMalaysia Hisham Anip mengatakan potensi abu vulkanik Anak Krakatau mencapai Malaysia sangat kecil, walau kemungkinannya tetap ada.

"Informasi dari Pusat Pemantauan Abu Vulkanik Global juga memungkinkan setiap potensi pergerakan abu ke wilayah udara Malaysia untuk diidentifikasi dan dikomunikasikan kepada publik dengan segera," kata Hisham, seperti dikutip Malay Mail.

(rds)
placeholder