PM Inggris Blak-blakan soal 'Boikot' Israel, Telanjangi Dosa Netanyahu

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB
PM Inggris Andy Burnham terang-terangan menyerang pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam tulisan opininya di The Guardian.
PM Inggris Andy Burnham terang-terangan menyerang pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam tulisan opininya di The Guardian. (REUTERS/Temilade Adelaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham terang-terangan menyerang pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam tulisan opininya di The Guardian.

Opini tersebut tayang pada Selasa (8/9) dengan judul "I believe in a two-state solution in the Middle East. That's why we're taking action to keep that hope alive".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tulisannya, Burnham menjelaskan alasan pemerintahannya mengambil langkah tegas terhadap Israel.

Ia menyebut keputusannya memboikot produk Negeri Zionis yang diproduksi dan dikirim dari wilayah Palestina karena Israel sudah kelewat batas dan tak bisa lagi ditoleransi, dikutip dari the Guardian.

"Lebih banyak permukiman disetujui di bawah pemerintahan Israel selama empat tahun ini dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu. PBB melaporkan ada lebih dari 1.500 insiden kekerasan pemukim (di Palestina) tahun ini, yang sengaja dilakukan untuk mengusir warga Palestina. Dan situasi ini semakin memburuk secara cepat," tulis Burnham.

Burnham berujar pemerintahan Netanyahu telah menyetujui total 104 permukiman baru di Palestina sejak Desember 2022. Menjelang pemilihan umum (pemilu) Israel pada Oktober mendatang, pemerintah Negeri Zionis juga menyetujui tender-tender untuk membangun permukiman mega E1 di Palestina.

"Hal ini akan membelah jantung Tepi Barat, memadamkan harapan untuk mewujudkan solusi dua negara. Ini tidak boleh sampai terjadi," tulisnya.

Selain itu, tindakan keji Israel di Jalur Gaza juga telah menewaskan lebih dari 70 ribu orang, termasuk sedikitnya 20 ribu anak-anak. Kerusakan yang ditimbulkan Negeri Zionis di daerah kantong tersebut juga membuat jutaan warga Palestina mengungsi dan mengurangi habis-habisan jumlah populasi Gaza.

"Saya tidak akan tinggal diam sementara penderitaan mengerikan terus meningkat dan prospek solusi dua negara, harapan terbaik untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan ini, diserang," tulisnya.

"Itulah alasan kami mengumumkan paket langkah-langkah tegas baru untuk menekan pemerintah Israel," lanjutnya.

Burnham merinci langkah-langkah tersebut meliputi larangan impor terhadap produk Israel yang dikirim dan diproduksi dari wilayah pendudukan di Palestina.

Langkah ini juga termasuk perubahan resmi pandangan Inggris terhadap pendudukan Israel di Palestina, yang sekarang dianggap London "melanggar hukum".

Selanjutnya, Inggris juga akan menjatuhkan sanksi terhadap individu dan perusahaan yang mendukung, memfasilitasi, maupun mengambil untung dari permukiman ilegal Israel.

"Ini termasuk semua bisnis atau investor yang ikut serta dalam pembangunan permukiman E1. Selain itu, kami juga mengumumkan paket baru bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Gaza," tulis Burnham.

Menurut PM yang baru menjabat pada Juli 2026 tersebut, pemerintah Inggris selama ini bertindak ragu-ragu untuk membela Palestina karena kekhawatiran akan anggapan bahwa Inggris antisemitisme.

Di bawah pemerintahannya, Inggris tak akan lagi maju mundur untuk membela yang benar, karena pemerintah Inggris menargetkan pemerintahan yang zolim, bukan warga Israel yang tak bersalah.

"Kami tidak menjatuhkan sanksi kepada Israel secara keseluruhan, yang akan menghukum rakyat Israel, yang banyak di antaranya tidak setuju dengan posisi pemerintah mereka," tulis Burnham.

"Rakyat Israel tidak bertanggung jawab atas tindakan pemerintah mereka. Begitu pula komunitas Yahudi di Inggris," lanjutnya.

(blq/bac)
placeholder