Trump Sebut Ada Aktivitas di Gunung Pickaxe Iran, Ancam Serang Teheran

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 21:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington mendeteksi aktivitas di Gunung Pickaxe, Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington mendeteksi aktivitas di Gunung Pickaxe, Iran. (REUTERS/Eric Lee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington mendeteksi aktivitas di Gunung Pickaxe, Iran.

Ia memperingatkan Teheran agar "tidak main-main" karena Washington akan menyerang lokasi tersebut.

"Kami melihat ada sedikit aktivitas di Gunung Pickaxe. Saya menyarankan Iran agar tidak main-main karena kami akan menyerang mereka dengan sangat keras," kata Trump dalam pidatonya di konvensi paruh waktu Partai Republik, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunung Pickaxe berada sekitar 220 kilometer (140 mil) di selatan Teheran dan hanya sekitar 2 kilometer dari kompleks nuklir Natanz.

Lokasi tersebut diperkuat dengan dua kompleks terowongan yang berada jauh di bawah tanah.

Trump telah beberapa kali mengancam akan menyerang Gunung Pickaxe sejak pertengahan Juli.

Lokasi itu menjadi perhatian karena fasilitas terowongan yang sedang dibangun berada dekat dengan fasilitas pengayaan uranium Natanz.

Menurut Institute for Science and International Security, lembaga think tank AS yang berfokus pada isu nonproliferasi nuklir, fasilitas terowongan di Gunung Pickaxe belum menjadi sasaran dalam dua perang sebelumnya.

Kompleks Natanz sendiri telah mengalami serangan. Dua fasilitas pengayaan uranium Iran di kawasan tersebut diserang pada Maret sebagai bagian dari serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.

Israel juga menyerang Natanz dalam perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari pada tahun lalu.

Trump sebelumnya menyebut pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai salah satu tujuan perang.

Iran membantah memiliki senjata nuklir dan mengatakan program pengayaan uraniumnya digunakan untuk tujuan damai.

AS sendiri merupakan negara yang memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Israel diyakini sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir.

Meski demikian, pemerintah Israel tidak secara terbuka mengonfirmasi ataupun membantah kepemilikan tersebut.

Ketegangan terbaru itu terjadi ketika dampak perang terhadap harga minyak dan gas menjadi salah satu isu utama bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilihan AS pada November.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Serangkaian serangan AS dan Israel terhadap Iran serta serangan Israel terhadap Lebanon tersebut telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi.

Trump juga mengatakan perang tersebut kemungkinan akan segera berakhir setelah pemilihan. Ia menuduh Teheran berusaha mempengaruhi pemilu yang akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres.

(mge/bac)
placeholder