Korea Utara telah membangun fasilitas yang mampu memperkaya uranium tingkat senjata untuk memperkuat persenjataan nuklirnya.
Hal itu terungkap dalam laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada pekan ini. Badan Atom menyatakan, "keprihatinan serius" atas bukti tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangunan baru yang terletak di fasilitas nuklir utama Yongbyon di negara itu, dapat menampung hingga 28 kaskade sentrifugal, mesin yang biasa digunakan untuk memperkaya uranium, menurut laporan dari badan pengawas nuklir itu, dikutip dari The Guardian.
Menurut laporan tersebut, yang didasarkan pada analisis citra satelit dan materi sumber terbuka, termasuk foto-foto yang diterbitkan oleh media pemerintah negara itu, rezim tersebut juga telah memperluas operasi di lokasi pengayaan uranium di Kangson, dekat ibu kota Pyongyang.
Dalam pernyataan yang dirilis pekan ini, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan: "Pengoperasian fasilitas pengayaan yang sedang berlangsung di Kangson dan Yongbyon serta perluasan lebih lanjut yang dilaporkan dari produksi material nuklir tingkat senjata [Korea Utara] merupakan penyebab kekhawatiran serius."
"Kelanjutan dan pengembangan lebih lanjut" program nuklir Korea Utara merupakan "pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan dan sangat disayangkan", tambahnya.
IAEA, yang inspektur-inspekturnya diusir dari Korea Utara pada tahun 2009, mengidentifikasi gedung Yongbyon sebagai fasilitas pengayaan uranium kedua di lokasi tersebut setelah membandingkan citra satelit yang diambil selama pembangunannya dengan foto-foto media dari kunjungan pemimpin negara itu, Kim Jong-un, pada awal Juni lalu.
Selama kunjungannya, Kim mengklaim bahwa kemampuan Korea Utara untuk memproduksi material nuklir tingkat senjata telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama lima tahun terakhir dan menjanjikan "rencana besar di masa depan untuk memperkuat kekuatan nuklir negara itu secara eksponensial".
Mengutip analisis tahun 2025 oleh James Martin Center for Nonproliferation Studies di AS, Chosun Daily Korea Selatan mengatakan bahwa potensi 28 rangkaian yang terdiri dari 4.592 sentrifugal di fasilitas Yongbyon dapat menghasilkan sekitar 85 kg uranium yang diperkaya tingkat senjata setiap tahunnya. Jumlah itu cukup untuk membangun tiga atau empat hulu ledak tambahan.
Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, mengatakan pada bulan Agustus bahwa Korea Utara memiliki antara 80 dan 120 hulu ledak nuklir. Jumlah itu jauh lebih tinggi daripada 57 yang disebutkan oleh Donald Trump pada bulan yang sama.
Angka Korea Selatan tersebut didasarkan pada perkiraan oleh organisasi penelitian swasta, kata Ahn kepada anggota parlemen, menambahkan bahwa militer negara itu tidak dapat mengkonfirmasi angka tersebut.
Korea Utara telah membuat kemajuan pesat dalam program rudal balistik dan nuklirnya dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan tuntutannya untuk mendapatkan pengakuan internasional sebagai negara nuklir yang sah.
(imf/bac)


