Sebanyak lima orang tewas dan 67 lainnya terluka setelah sebuah drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Pavlohrad, wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.
Serangan tersebut terjadi pada siang hari saat kawasan itu dipenuhi warga.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Remaja Singapura Curi Rp4,2 T di AS hingga Tokoh Israel Dukung Inggris |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Dalam Negeri Ukraina Ivan Vyhivskyi mengatakan serangan drone tersebut juga merusak sejumlah toko dan kendaraan di sekitar lokasi.
"Serangan terjadi ketika jalanan dipenuhi orang," kata Vyhivskyi, seperti dilaporkan media BBC.
Menurut laporan media Ukraina, dua pusat perbelanjaan lainnya di kota Zaporizhzhia dan Sumy juga menjadi sasaran serangan udara Rusia pada awal pekan ini.
Di sisi lain, Rusia juga melaporkan serangan drone Ukraina yang menyasar kota wisata Sochi pada Rabu (10/9) malam waktu setempat.
Serangan drone dari arah laut tersebut menyebabkan 28 orang terluka. Tiga orang lainnya juga dilaporkan tewas dalam insiden yang diduga berkaitan dengan serangan Ukraina.
Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung selama lebih dari empat setengah tahun sejak Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina.
Upaya untuk mengakhiri perang kembali dilakukan melalui jalur diplomatik. Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan dengan Putin di Moskow dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada akhir pekan.
Namun, pertemuan tersebut sejauh ini hanya sedikit menghasilkan kemajuan konkret dalam upaya mencapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

