Kelompok milisi Houthi di Yaman mengeluarkan ancaman kepada Turki dan Pakistan agar tidak ikut campur membela Arab Saudi.
Ancaman itu dilontarkan pejabat senior Houthi Mohammed Al Bukhaiti setelah perang melawan Saudi kembali pecah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudi, Turki, dan Pakistan belum lama ini menandatangani Pakta Makkah, aliansi pertahanan yang menyerupai Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Salah satu pasalnya adalah apabila negara anggota Pakta Makkah diserang, maka negara anggota lainnya wajib membantu negara itu berperang.
Surat kabar Israel, Maariv, mengutip pernyataan Al Bukhaiti yang menganggap kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebagian besar hanya bersifat "simbolis".
Pada saat yang sama, ia memperingatkan bahwa intervensi langsung apa pun dari Turki atau Pakistan demi kepentingan Arab Saudi akan menuntut "harga yang mahal," seperti dikutip dari Middle East Monitor.
Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang kembali pecah antara kelompok Houthi dan Arab Saudi. Konflik tersebut juga dikhawatirkan meluas dengan keterlibatan lebih jauh dari kekuatan-kekuatan regional.
Turki dan Pakistan pun tidak menunjukkan tanda akan melakukan intervensi dalam perang Saudi dengan Houthi.
Meski demikian, ancaman ini bisa memengaruhi dinamika di kawasan Timur Tengah dengan eskalasi konflik yang kemungkinan besar semakin luas dan kompleks.
(bac)

