Presiden Donald Trump mengatakan Iran mau mempengaruhi pemilu sela Amerika Serikat pada November mendatang.
Hal itu dia sampaikan saat bicara soal kemungkinan perang berakhir setelah pemilu sela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab kata Trump, Teheran mencoba memengaruhi pemungutan suara tetapi tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi dalam menghadapi tekanan ekonomi AS.
"Saya pikir perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," katanya kepada wartawan sebelum berangkat ke Konvensi Nasional Partai Republik di Dallas, Rabu (9/9) dikutip dari Arab News.
Harga minyak juga akan turun tepat setelah pemilihan, kata Trump, sambil mengakui bahwa pembicaraan diplomatik masih mungkin tetapi bukan pilihan utama.
"Ya, negosiasi mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami pertimbangkan," kata Trump.
Perang Trump dengan Iran telah memasuki bulan ketujuh tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Pada hari Rabu, Iran mengatakan telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.
Pertempuran yang kembali memanas ini menyebabkan harga minyak melonjak, dengan harga minyak mentah Brent berjangka menembus angka $100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli.
Sementara rating Trump di dalam negeri baru-baru ini anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah karena frustrasi dari para pemilih atas perang Iran dan krisis biaya hidup yang semakin parah.
Tingkat persetujuan (approval rating) Presiden AS Donald Trump merosot ke angka 33% menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Agustus, yang merupakan titik terendah sepanjang masa kepresidenannya.
Pemilihan paruh waktu, yang akan diadakan pada 3 November tahun ini, biasanya merupakan referendum terhadap penghuni Gedung Putih.
(imf/bac)


