Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran kemungkinan bertanggung jawab atas serangan udara yang menargetkan sistem pipa minyak utama Arab Saudi.
Serangan yang terjadi pada Kamis (10/9) itu menargetkan jaringan pipa East-West, salah satu rute utama Saudi untuk mengekspor minyak mentah melewati Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir memang demikian (Iran yang bertanggung jawab), mungkin memang demikian," kata Trump saat ditanya apakah Iran dalang serangan itu.
Trump juga mengaku telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MbS), yang ia sebut sebagai "teman baik".
Selain itu, Trump juga mengeklaim bahwa milisi Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran, telah meminta persetujuannya dan mengindikasikan bahwa mereka tak ingin AS terlibat langsung dalam konflik itu.
"Mereka lebih memilih untuk tidak melibatkan kita, dan mereka membiarkan sebagian besar kapal lewat. Hanya ada satu negara yang mereka tidak terlalu senang, dan kami akan membereskannya," tambah Trump.
Pasca-serangan itu, pemerintah Arab Saudi kemudian menutup sementara operasional pipa tersebut.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan serangan terjadi beberapa kali dan menyebabkan sejumlah orang terluka. Tim terkait kini melakukan pengamanan serta pemeriksaan untuk memastikan kondisi pipa setelah serangan.
Salah satu citra satelit menunjukkan kerusakan akibat kebakaran di salah satu stasiun pompa, sementara gambar lain memperlihatkan api kecil dengan kepulan asap hitam tebal.
Belum diketahui apakah bagian utama pipa mengalami kerusakan atau berapa lama perbaikan akan berlangsung. Salah satu pejabat AS menyebut serangan dilakukan menggunakan drone yang berasal dari Irak.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kemudian menyatakan serangan terhadap jaringan East-West Pipeline terjadi di wilayah Riyadh dan Madinah. Serangan tersebut disebut dilakukan oleh beberapa drone yang datang dari Irak dan menyebabkan sejumlah orang terluka serta kerusakan yang masih ditangani.
Arab Saudi menyatakan memilih tidak melakukan serangan balasan untuk sementara waktu.
(dna)


