Malaysia Tangkap Pilot Baru Terkait Kasus Pilot Selundup Narkoba ke RI

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 11:20 WIB
Members of the Malaysian Police man the main gate of the Forensic wing at the Hospital Kuala Lumpur in Kuala Lumpur on February 17, 2017, where the body of a North Korean man suspected to be Kim Jong-Nam, half-brother of a North Korean leader Kim Jon
Polisi Malaysia menangkap seorang pilot kedua dalam penyelidikan jaringan perdagangan narkoba internasional pada pekan lalu. (Foto: (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Malaysia menangkap seorang pilot kedua dalam penyelidikan jaringan perdagangan narkoba internasional pada pekan lalu.

Pilot kedua ini diduga turut terkait dengan pilot Malaysia Airlines yang telah lebih dulu ditangkap di Indonesia karena ketahuan menyelundupkan narkoba senilai RM45 juta (Rp170 miliar) via bandara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengatakan pilot tersebut ditangkap di wilayah Lembah Klang, Malaysia, dua hari sebelum pernyataan itu disampaikan pada Rabu (9/11).

"Dia ditangkap di daerah Lembah Klang dan berusia sekitar 30-an. Dia terlibat dalam pengelolaan uang, khususnya dalam transfer uang", kata Hussein, seperti dilaporkan The Straits Times.

Menurut Hussein, hasil tes urine menunjukkan tersangka negatif narkoba. Penangkapan tersebut menambah jumlah tersangka yang telah diamankan dalam kasus ini menjadi tujuh orang.

"Tes narkoba yang dilakukan menunjukkan bahwa dia negatif narkoba. Jadi penangkapan ini menjadikan total penangkapan menjadi tujuh orang hingga saat ini," lanjutnya.

Polisi Malaysia meyakini pilot tersebut bekerja untuk maskapai penerbangan yang berbeda dengan pilot pertama yang ditangkap di Indonesia.

Sebelumnya, enam tersangka lain telah ditangkap berdasarkan informasi yang diperoleh polisi Malaysia dari pemeriksaan terhadap pilot pertama.

Tim petugas NCID Malaysia sebelumnya dikirim ke Jakarta pada 11-15 Agustus untuk membantu penyelidikan dan menginterogasi pilot tersebut.

Pilot pertama merupakan warga Malaysia yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia, setelah tiba dari Kuala Lumpur menggunakan penerbangan Malaysia Airlines MH727 pada akhir Juli.

Para tersangka diyakini merupakan pemasok dan kurir yang menyediakan narkoba kepada pilot pertama.

(mge/rds)
placeholder