Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran merilis rencana pertahanan yang menguraikan tiga skenario, salah satunya perang skala penuh di tengah konflik bersenjata melawan Amerika Serikat.
Kepala staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi mengeluarkan instruksi untuk program Peringatan Pertahanan Pasif Iran tahun 2026 yang berisi 10 pasal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga skenario di dalam pedoman ini. Pertama, berakhirnya perang; kedua, gencatan senjata; dan ketiga, perang besar-besaran.
Dilansir dari Anadolu Agency, dalam skenario berakhirnya perang, militer Iran disebut akan melaksanakan secara penuh berbagai latihan, pelatihan, dan program publik yang telah direncanakan.
Untuk skenario gencatan senjata, kesiapsiagaan publik diprioritaskan serta kewaspadaan ditingkatkan terhadap potensi perang hibrida dan keamanan informasi.
Dalam hal perang skala penuh, pertemuan publik dan acara-acara tatap muka akan ditangguhkan, serta kegiatan akan difokuskan pada kesiapan operasional. Layanan penting juga disebut akan berlanjut, bersama dengan pengelolaan sumber daya, bantuan publik, serta koordinasi antar lembaga terkait.
Iran telah mengeluarkan arahan serupa di tahun-tahun sebelumnya, termasuk instruksi 10 pasal pada tahun 2024 dan 2025 yang berfokus pada perlindungan infrastruktur penting.
Arahan terbaru ini muncul di tengah perangnya melawan Amerika Serikat (AS). Konflik tersebut telah meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah dan belum ada penyelesaian diplomatik apa pun.
(blq/bac)

