Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (Congressional Budget Office/CBO) membeberkan perang dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar (Rp670 triliun) bagi militer AS hingga 1 Agustus, Selasa (15/9).
Badan yang bersifat nonpartisan itu mengatakan anggaran perang tersebut masih berpotensi bertambah miliaran dolar lagi setiap bulan selama perang yang pecah sejak Februari lalu itu masih terus berlangsung.
Lihat Juga :KILAS INTERNASIONAL Perang Saudi-Houthi Memanas sampai Ancaman Serangan ke Mekkah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$38 miliar (Rp670 triliun) bagi Kementerian Pertahanan AS," kata CBO dalam sebuah laporan seperti dikutip AFP.
CBO menambahkan bahwa biaya perangi Iran ini dapat mencapai US$2-3 miliar (Rp52 triliun) atau lebih setiap bulannya bergantung tingkat intensitas serangan Negeri Paman Sam.
Angka keseluruhan tersebut mencakup biaya penggantian amunisi yang telah digunakan dan peralatan yang hilang dalam pertempuran, serta peningkatan biaya bahan bakar bagi militer, di antara berbagai faktor lainnya.
Biaya penggantian amunisi yang digunakan hingga 1 Agustus diperkirakan mencapai US$21,7 miliar. CBO mencatat bahwa penggantian amunisi menjadi komponen tunggal terbesar dari biaya yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan atau saat ini disebut dengan Kementerian Perang dalam pertempuran tersebut.
Selain anggaran yang terkuras hebat, perang AS melawan Iran ini membuat persediaan rudal pencegat pertahanan udara Negeri Paman Sam semakin menipis setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
CBO mencatat perbandingan antara pengeluaran yang dilaporkan untuk rudal pencegat pertahanan udara dengan jumlah total yang telah dibeli Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa Amerika Serikat "kemungkinan telah menggunakan antara setengah hingga dua pertiga persediaan amunisi tersebut sejak Juni 2025."
Analisis tersebut disusun atas permintaan Brendan Boyle, anggota Demokrat paling senior di Komite Anggaran DPR AS, bersama sejumlah anggota parlemen Demokrat lainnya.
Pada Juli, Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperkirakan perang dengan Iran telah menelan biaya US$37,5 miliar.
CBO memperkirakan dampak utama konflik Iran terhadap perekonomian AS adalah tekanan inflasi akibat gangguan pasokan minyak dan gas alam menyusul Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak dan gas utama, menjadi pusat perang AS-Iran.
(rds)