Saudi Batal Kirim Minyak ke Eropa usai Pipa Digempur Houthi

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 14:00 WIB
Arab Saudi telah memangkas pengiriman minyak ke Eropa usai pipa East-West digempur Houthi menggunakan drone dan rudal balistik beberapa waktu lalu.
Arab Saudi telah memangkas pengiriman minyak ke Eropa usai pipa East-West digempur Houthi menggunakan drone dan rudal balistik beberapa waktu lalu. (REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi telah memangkas pengiriman minyak ke Eropa usai pipa East-West digempur Houthi menggunakan drone dan rudal balistik beberapa waktu lalu.

Sumber-sumber perdagangan dan pengiriman minyak mengatakan Arab Saudi telah memberi tahu pelanggan mereka di Eropa pada 15 September bahwa sejumlah kargo minyak mentah yang dijadwalkan dimuat pada bulan ini batal dikirim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi juga menangguhkan pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu di Laut Merah, demikian dikutip Reuters, Selasa (16/9).

Perusahaan minyak milik Saudi Aramco menolak berkomentar. Reuters juga tak bisa memastikan berapa banyak kargo minyak dibatalkan dikirim ke Eropa atau yang ditangguhkan.

Pengurangan aliran minyak Saudi melalui Laut Merah akan mendorong Saudi mengekspor lebih banyak minyak melalui Selat Hormuz menggunakan apa yang disebut pengiriman gelap. Sumber mengatakan langkah itu mirip yang dilakukan Uni Emirat Arab dan Irak.

Pengiriman semacam itu memungkinkan produsen minyak seperti Saudi untuk mengekspor 7 juta hingga 9 juta barel per hari.

Menurut data Vortexa, Saudi memuat 22 juta barel minyak dengan 12 kapal di Ras Tanura/Juaymah pada 7 hingga 13 September.

Pembatalan dan penangguhan itu muncul usai Houthi menggempur pipa Saudi, East-West pada pekan lalu.

Saudi dan Houthi terlibat saling tempur dalam beberapa waktu terakhir. Mereka bahkan saling menargetkan infrastruktur. Riyadh bersumpah bakal membalas serangan itu secara tegas dan keras.

(isa/bac)
placeholder