Takut Malaka Seperti Hormuz, Thailand Mau Bikin Jalur Pintas Rp547 T

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 15:25 WIB
Thailand sempat mengumumkan akan membuat terusan yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik atau disebut Land Bridge (Jembatan Darat).
Thailand sempat mengumumkan akan membuat terusan yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik atau disebut Land Bridge (Jembatan Darat). (AFP/Manan Vatsyayana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand sempat mengumumkan akan membuat jalur pintas yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik atau disebut Land Bridge (Jembatan Darat) menyusul ketegangan di Selat Hormuz.

Proposol proyek ini ditaksir menghabiskan sekitar 1 triliun baht atau sekitar Rp547 triliun. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul melihat proyek ini sangat menjajikan secara ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia melihatnya sebagai peluang ekonomi bagi Thailand dan bagi investor asing, jika proyek itu bisa dijalankan," kata juru bicara pemerintah Thailand, Rachada Dhanadirek, pada April lalu, dikutip Reuters.

Pemerintah Thailand menghidupkan kembali pembahasan proyek "Jembatan Darat" menyusul situasi di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz. Mereka juga khawatir bahwa Selat Malaka bisa menjadi the next Hormuz.

Land Bridge dalam bayangan pemerintah bakal menggabungkan dua pelabuhan laut dalam, satu di Ranong, Laut Andaman dan satu lagi di Chumphon, Teluk Thailand. Kedua jalur itu akan dihubungkan jalan dan rel sepanjang 90 km dan ditopang infrastruktur energi seperti jaringan pipa.

Rute itu akan menjadi alternatif kapal-kapal yang melintasi Selat Melaka dan bakal jadi rute terpendek Asia Timur ke Timur Tengah dan Eropa.

Pemerintah sebelumnya sudah menyusun undang-undang Jembatan Darat, tetapi proposal itu gagal di tengah gejolak politik. Warga banyak yang menolak gagasan tersebut.

Selain itu, sidang publik dan penilaian dampak lingkungan serta kesehatan juga belum lengkap.

Selat Hormuz saat ini masih membara gegara perang Amerika Serikat dan Iran. Rute itu ditutup buntut serangan brutal AS dan sekutu dekatnya Israel ke negara Timur Tengah itu.

(isa/bac)
placeholder