Daftar 27 Maskapai Iran yang Dilarang Terbang oleh AS

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2026 21:45 WIB
An Airbus A321 airliner arrives at the Mehrabad international airport during the delivery of the first batch of planes to the Iranian state airline Iran Air in the  capital Tehran on Jaunary 12, 2017. The aircraft arrived as part of an order for 100
Amerika Serikat mengancam menghentikan operasional seluruh maskapai penerbangan Iran di luar negeri mulai Rabu (23/9). (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mengancam menghentikan operasional seluruh maskapai penerbangan Iran di luar negeri mulai Rabu (23/9). Ancaman tersebut disampaikan di tengah peningkatan tekanan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada tanggal 23 September, semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasionalnya di seluruh dunia," kata Bessent.

Ancaman tersebut tidak hanya ditujukan kepada maskapai Iran. Pemerintah AS juga memperingatkan perusahaan asing yang menyediakan layanan bagi maskapai Iran akan menghadapi sanksi sekunder.

Bessent mengatakan bandara, pemasok bahan bakar, perusahaan penjualan tiket, hingga penyedia layanan penerbangan lainnya tidak boleh membantu maskapai Iran beroperasi di luar negeri.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak boleh menyediakan bahan bakar, tidak boleh memberikan layanan pendaratan, dan tidak boleh menjual tiket kepada mereka; jika melanggar, Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," tegas Bessent.

Kementerian Keuangan AS sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran pada Selasa (8/9), seperti dilaporkan CH Aviation.

Sanksi tersebut merupakan langkah pertama terhadap maskapai Iran setelah Washington menetapkan sektor penerbangan Iran sebagai sektor yang dapat dikenai sanksi pada Senin (24/8).

Berikut 27 maskapai Iran yang masuk daftar sanksi AS:

Air Shiraz

Asa Jet Airline

Ata Airlines Company

Atlas Aviation Group

Ava Airlines

Chabahar Airlines Company

Erwan Airline Company

Fly Kish Airlines

Fly Persia Airlines

Iran Air Tour

Iran Aseman Airlines

Jsky Airlines

Kish Airlines

Karun Airlines Company

Lad Airways

Mehr Airways

Nasim Air

Pars Oghyanous Kish Company

Qeshm Air

Raimon Airways

Saha Airlines

Sepehran Airlines

Soroush Air

Taban Airlines

Toos Airlines

Varesh Airlines

Zagros Airlines

Kementerian Keuangan AS menyatakan sanksi tersebut merupakan bagian dari kampanye Operasi Pengasingan Ekonomi.

Kampanye itu bertujuan mengisolasi sektor penerbangan Iran serta memutus dukungan keuangan yang menurut Washington menopang pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Menurut Departemen Keuangan AS, maskapai komersial Iran telah digunakan untuk mengangkut senjata, personel, dan kargo yang disebut ilegal. Dalam konteks ini, AS secara khusus menyoroti Mahan Air yang sebelumnya telah dikenai sanksi AS.

Mahan Air telah masuk daftar sanksi AS sejak 2011 karena dituduh memberikan dukungan kepada Pasukan Quds IRGC (IRGC-QF).

Pada 2019, Departemen Luar Negeri AS juga menetapkan Mahan Air berdasarkan kewenangan yang berkaitan dengan proliferasi senjata.

Sanksi terbaru terhadap maskapai Iran juga melanjutkan langkah yang diberlakukan AS pada April dan Juli 2026 terhadap jaringan yang mendukung operasional Mahan Air.

(mge/rds)
placeholder