Teheran Respons Trump Ancam Binasakan Iran: Mulai Putus Asa

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 18:05 WIB
Militer Iran buka suara usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bakal memusnahkan negara itu jika tak ada kesepaktan setop perang. (Kena Betancur / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Iran buka suara usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam bakal memusnahkan negara itu jika tak ada kesepakatan setop perang.

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Mehr, Staf Umum Iran menuduh presiden AS itu memanfaatkan podium Majelis Umum PBB untuk membenarkan "agresi".

"Kata-kata semacam itu menunjukkan jalan buntu strategis yang dihadapi Amerika dalam agresinya terhadap bangsa Iran," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Militer juga menyebut ancaman berulang Trump itu bukanlah tanda kekuatan.

"Melainkan tanda keputusasaan strategis mereka," demikian pernyataan tersebut.

Di kesempatan itu, Iran juga menegaskan Angkatan Bersenjata siap melancarkan serangan ke AS dan Israel dengan keras.

[Gambas:Video CNN]

"Yang lebih melumpuhkan dan sulit diprediksi," lanjut militer Iran.

Komentar militer itu muncul usai Trump mengancam akan membinasakan Iran saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9).

Trump mewanti-wanti ASS bisa menghancurkan Iran dalam sekejap jika tak ada kesepakatan yang tercapai untuk mengakhiri perang.

"Saya harus membuat keputusan besar," kata Trump dalam pidatonya, seperti dikutip Reuters.

"Akankah kesepakatan tercapai dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih besar daripada sebelumnya?" kata Trump.

"Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat, tanpa memberi mereka kesempatan untuk membunuh dan menghancurkan orang dan negara lagi?" imbuh dia.

Pernyataan Trump dilontarkan saat para negosiator AS dan Iran kembali memulai perundingan untuk menyelesaikan konflik.

AS dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Sejak saat itu, mereka saling gempur hingga sekarang.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK