Trump Sambut Langsung Xi Jinping di Bandara AS, Jadi Momen Langka

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 06:46 WIB
US President Donald Trump shows the way to Chinese President Xi Jinping as he arrives ahead of a state visit at Joint Base Andrews, Maryland, US, September 23, 2026. REUTERS/Jonathan Ernst      TPX IMAGES OF THE DAY
Presiden Donald Trump sambut langsung ketibaan Presiden China Xi Jinping di AS. Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Washington AS, Kamis (24/9) pagi WIB, dalam sebuah sambutan yang jarang terjadi.

Dikutip dari Guardian, Trump menyambut Xi Jinping di bandara dengan sambutan istimewa yang jarang terjadi. Pasalnya, Trump biasanya hanya menyambut tamu di Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan untuk menyambut pemimpin China di bandara dinilai sebagai bentuk penghormatan istimewa dari Trump. Ini adalah kunjungan pertama Xi Jinping ke ibu kota AS dalam lebih dari satu dekade. Xi akan melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

Trump dan Melania Trump menyambut Xi beserta istrinya, Peng Liyuan, setelah Presiden China itu turun dari pesawat di Bandara Joint Base Andrews, sebuah pangkalan udara militer di luar Washington.

Saat Trump menyambut Xi Jinping terdapat atraksi pesawat militer di langit Bandara Joint Base Andrews.

Setelah berbincang sejenak dengan Trump di landasan bandara, Xi Jinping melangkah untuk bersalaman dengan Melania Trump dan berpamitan kepada pasangan tersebut. Xi Jinping tampak tersenyum dan terlihat santai.

Baik Xi maupun istrinya, Peng, terlihat memasuki kendaraan mereka, sementara Trump dan Melania menunggu sejenak sebelum beranjak pergi. Trump dan Xi dijadwalkan bertemu dalam pembicaraan resmi pada Kamis (24/9) siang waktu Washington.

Keputusan Trump untuk menyambung Xi Jinping langsung di bandara diyakini sebagai usaha Trump untuk memuluskan targetnya bersama China. Kedua negara dijadwalkan akan membahas berbagai topik, mulai dari kecerdasan buatan (AI), perdagangan, hingga masalah Iran.

Sambutan istimewa ini mencerminkan keinginan Trump untuk menjaga gencatan senjata diplomatik dan perdagangan yang rapuh antara AS dan China.

[Gambas:Video CNN]

(har/dna)