Menlu Sugiono Galang Dukungan untuk RI Jadi Anggota DK PBB

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 15:50 WIB
Menlu Sugiono pimpin delegasi RI di Sidang Umum PBB. Foto: Arsip Kemlu RI
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menggalang dukungan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) periode 2029-2030.

Hal itu dilakukan saat pertemuan-pertemuan bilateral dan multilateral yang dilakukan Sugiono selama berada di New York, Amerika Serikat.

"Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030," kata Sugiono dalam press briefing di New York, Amerika Serikat (AS).

Sugiono berada di New York untuk menghadiri High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-81 mewakili Presiden RI Prabowo Subianto. Ia dijadwalkan menyampaikan pernyataan resmi Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026 di sesi sore.

Dalam keterangannya, Sugiono mengatakan bahwa Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat dalam pernyataan resmi pada Sabtu.

"Di tengah situasi dunia saat ini yang begitu tidak menentu dan tidak pasti, membangun ketahanan bersama merupakan langkah penting dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan global yang kita hadapi diberbagai sektor," kata Sugiono.

"Saya juga akan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perdamaian dan keamanan internasional, mengenai isu Palestina, kemudian penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran Global South," lanjutnya.

Sejak tiba di New York pada Senin (21/9), Sugiono telah mengikuti sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan pertemuan bilateral. Beberapa di antaranya yaitu pertemuan Group of 8 Arab and Islamic Countries dan pertemuan "The Road Ahead: One Year After the New York Declaration", yang membahas langkah-langkah konkret untuk mendorong implementasi Solusi Dua Negara dan proses perdamaian di Gaza.

"Tahun lalu, pada momen yang sama kita juga telah menyusun roadmap yang sekarang waktunya kita bergerak menuju implementasi," ujar Sugiono.

Sugiono juga menghadiri pertemuan MIKTA bersama Menteri Luar Negeri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

"Kami bertukar pandangan mengenai kondisi multilateralisme saat ini dan peran middle powers di tengah dinamika global yang tentu saja semakin kompleks. Saya menyampaikan bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, MIKTA harus dapat menjadi kekuatan yang mampu menjembatani berbagai perbedaan kekuatan tersebut dan mendorong kerja sama yang konkret antar bangsa," ucapnya.

Pertemuan lain yang dihadiri Sugiono yaitu Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Pacific Alliance. Pertemuan tersebut membahas bagaimana kemitraan kedua kawasan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat, seperti kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan smart cities.

Sugiono turut melakukan pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri Jerman, Inggris, dan Belanda. Beberapa pertemuan yang bersifat pull-aside juga dilakukan bersama menteri luar negeri negara-negara lain.

Ia juga bertemu dengan kandidat Sekretaris Jenderal PBB dari Kosta Rika, Rebeca Grynspan, serta melakukan pertemuan trilateral dengan Belanda dan UN Under-Secretary-General for Peace Operations Jean-Pierre Lacroix.

"Pertemuan-pertemuan dan potensi-potensi yang kita bahas tentunya akan terus kita dorong agar dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia," ucapnya.

(blq/dna/bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK