RI Perkuat Kerja Sama Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3 Negara

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 22:05 WIB
Indonesia memperkuat kerja sama bebas visa dengan tiga negara untuk pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD). (Foto: iStockphoto/Aaftab Sheikh)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia memperkuat kerja sama bebas visa dengan tiga negara untuk pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD).

Ketiga negara tersebut yakni seperti Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika.

Perjanjian ini mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara di sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9) waktu setempat.

"Penandatanganan ketiga perjanjian tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas," demikian rilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (24/9).

Indonesia berharap PBVDD ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemberian fasilitas bebas visa bagi masyarakat secara umum yang ingin mengunjungi ketiga negara tersebut.

Dalam pertemuan bilateral dan penandatanganan perjanjian dengan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon, Yousef Raggi, Sugiono juga membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan.

Mereka juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan, khususnya Palestina.

Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Indonesia juga aktif berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, salah satunya dengan mengirimkan ratusan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Menlu Lebanon turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia itu.

Sementara itu, dalam proses penandatanganan perjanjian bilateral PBVDD dengan pemerintah Saint Vincent dan Grenadines, kedua negara membahas potensi pengembangan kerja sama pembangunan, termasuk melalui program peningkatan kapasitas diversifikasi produk mangga dan sukun.

Indonesia berharap dapat mempererat komunikasi dan kerja sama dengan negara kepulauan Karibia tersebut.

Selanjutnya, Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Dominika Víctor Orlando Bisonó Haza mengatakan perjanjian PBVDD antara kedua negara sekaligus mendorong mobilitas dan membangun kepercayaan antar kedua negara.

"Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum," lanjut rilis Kemlu.

Kemlu menginisiasi forum itu pada 2019 yang menjadi ajang ekonomi tahunan untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dan negara-negara kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar). Forum ini juga menjadi wadah bagi RI memperluas tujuan ekspor komoditas Indonesia ke negara-negara mitra non-tradisional.

"Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang semakin konkret dan saling menguntungkan," demikian pernyataan Kemlu.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK