Trump Tolak Usulan Iran buat Buka Kembali Selat Hormuz

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 07:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump menyebut proposal terbaru dari Iran tersebut "tidak dapat diterima," seperti dikutip dari CNN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, awal pekan ini mengumumkan bahwa Teheran telah mengajukan tawaran baru kepada Washington. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali jalur perairan vital dan dimulainya lagi perundingan antara kedua negara, dengan imbalan AS memenuhi sejumlah tuntutan lama.

Araghchi tidak merinci ketentuan pastinya, namun menyatakan bahwa tuntutan itu "tidak lebih" dari apa yang tercantum dalam Nota Kesepahaman (MoU) AS dan Iran, sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada Juni tetapi gagal tak lama kemudian di tengah kembali meletusnya pertempuran.

Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Trump lagi-lagi yang menggagalkan proposal terbaru dari Iran tersebut.

"Saya menolak usulan mereka (Iran). Mereka ingin membuat kesepakatan untuk segera membuka selat itu karena mereka sedang mengalami kerugian besar," ujar Presiden AS saat ditanya oleh wartawan mengenai pendapatnya tentang rencana Iran tersebut.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga suka membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan yang itu tidak bisa diterima," ia menambahkan.

Dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Sabtu, Araghchi mengatakan bahwa Iran telah mengetahui reaksi Trump secara publik terhadap usulan tersebut. Meski demikian, Araghchi masih menunggu tanggapan resmi AS yang disampaikan melalui pihak penengah sebelum mengambil keputusan apa pun.

Diplomat Iran itu menambahkan bahwa peluang pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat yang diajukan Iran.

"Kami tidak akan mundur dari syarat-syarat tersebut," tegas Araghchi.

(bac)
placeholder