WNI Terjebak di Hotel saat Banjir Bangkok Telah Dievakuasi

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 16:33 WIB
Seorang WNI terjebak di hotel akibat banjir di Bangkok. KBRI memastikan keselamatannya dan mengimbau WNI untuk berhati-hati selama kondisi banjir. (Foto: REUTERS/Patipat Janthong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga negara Indonesia (WNI) sempat terjebak di sebuah hotel saat banjir melanda Bangkok, Thailand. WNI tersebut tidak dapat keluar karena jalan di sekitar hotel tergenang air.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok memastikan WNI tersebut sudah aman. Hingga Minggu (27/9), KBRI baru menerima satu laporan WNI yang terdampak banjir.

Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Bangkok, Eneng Siti Sondari mengatakan laporan tersebut diterima melalui layanan hotline konsuler KBRI.

"Sejauh ini KBRI Bangkok melalui hotline Konsuler telah menerima 1 laporan WNI yang terdampak banjir. Yang bersangkutan terjebak di hotel karena jalan di sekitar hotel tergenang air. Namun dipastikan yang bersangkutan dalam kondisi aman. Di luar itu, sejauh ini belum terdapat laporan lain yang diterima dari WNI terdampak banjir," ucapnya, dikutip dari detiknews, Minggu.

KBRI Bangkok menyebut kondisi hujan di ibu kota Thailand itu mulai membaik. Curah hujan pada Minggu (27/9) tercatat menurun dibandingkan hari sebelumnya.

"Saat ini (27 September) curah hujan di Bangkok sudah menurun dibanding kemarin. Departemen Meteorologi Thailand (TMD) juga memprediksi intensitas hujan akan semakin menurun dalam 2 hari ke depan, walaupun potensi hujan lebat lokal masih dapat terjadi di beberapa wilayah siang ini dan besok," kata Eneng.

Otoritas Bangkok menetapkan status bencana banjir di seluruh 50 distrik ibu kota Thailand pada Sabtu (26/9).

Meski hujan mulai berkurang, sejumlah ruas jalan masih terendam. Berdasarkan data Bangkok Metropolitan Administration (BMA) per Minggu (27/9) pukul 11.40 waktu setempat, terdapat 36 jalan yang masih terendam dengan ketinggian air lebih dari 15 sentimeter.

KBRI Bangkok pun mengimbau WNI untuk berhati-hati selama kondisi banjir. WNI diminta menghindari wilayah terdampak, memeriksa kondisi jalan sebelum bepergian dan tidak memaksakan diri melewati jalan tergenang.

WNI juga diimbau menyiapkan perlengkapan darurat untuk mengantisipasi kondisi yang tidak terduga.

Bagi WNI yang terdampak banjir dan membutuhkan bantuan darurat, KBRI Bangkok menyediakan hotline Konsuler di nomor +66 92 903 1103. Bantuan juga dapat diperoleh melalui hotline BMA di nomor 1555.

Salah satu kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan Indonesia, Pratunam, juga sempat terdampak banjir.

KBRI Bangkok menyebut kondisi di kawasan tersebut kini sudah membaik. Genangan hanya tersisa di sejumlah titik.

"Hanya genangan ringan di titik-titik tertentu saja. Sekarang sudah surut," ujar Eneng.

Hujan deras yang mengguyur Bangkok sudah berlangsung cukup lama. Departemen Meteorologi Thailand menyebut cuaca buruk dipengaruhi sistem tekanan rendah yang kuat di wilayah Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, dan provinsi sekitarnya.

Kondisi tersebut diperkuat angin muson barat daya di atas Laut Andaman, wilayah selatan, dan Teluk Thailand.

September merupakan periode puncak musim hujan di Bangkok. Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA mencatat curah hujan di Bangkok mencapai 487 milimeter pada 1-25 September. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata 269 milimeter pada periode yang sama sepanjang 1991-2020.

Ketinggian air mulai stabil menjelang tengah hari pada Sabtu (26/9) setelah stasiun pompa kota beroperasi dengan kapasitas penuh.

Menurut data BMA, mesin-mesin tersebut memompa air dengan total debit gabungan mencapai 1.200 meter kubik per detik. Jika hujan berhenti, proses pengaliran air banjir hingga surut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari.

(anm/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK