Polisi Inggris Tangkap Sejumlah Pria Diduga Mau Ledakkan Pangkalan AS

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 19:40 WIB
Polisi Inggris Tangkap Sejumlah Pria Diduga Mau Ledakkan Pangkalan AS
Ilustrasi penangkapan. (iStockphoto/SimonSkafar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Inggris menangkap sejumlah pria yang diduga melakukan pelanggaran terkait bahan peledak di dekat pangkalan udara yang kerap digunakan pasukan Amerika Serikat (AS).

Sejumlah properti di wilayah Whelford, Gloucestershire, Inggris bagian selatan, juga dievakuasi setelah polisi menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian besar.

Whelford ini berada di dekat pangkalan militer Royal Air Force (RAF) Fairford yang kerap digunakan pasukan AS. Pangkalan ini pernah digunakan pesawat pengebom B-1 milik AS dalam operasi terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairford juga menjadi salah satu lokasi operasi Komando Serangan Global AS (US Global Strike Command), yang menangani misi serangan jarak jauh.
Polisi mengatakan tim khusus penjinak bahan peledak dari Angkatan Darat Inggris saat ini memeriksa sejumlah kendaraan.

"Tim khusus penjinak bahan peledak Angkatan Darat saat ini sedang memeriksa sejumlah kendaraan. Warga setempat dievakuasi ke pusat rekreasi terdekat," demikian pernyataan polisi seperti yang dikutip dari CNN.

Polisi Gloucestershire mengatakan garis pembatas telah dipasang di sekitar lokasi. Mereka juga memastikan situasi di lokasi telah terkendali.

"Pembatas saat ini telah dipasang, tetapi kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa kami meyakini insiden ini telah terkendali," kata Kepolisian Gloucestershire.

Sejumlah foto dari lokasi memperlihatkan banyak petugas darurat dikerahkan di sekitar tempat kejadian. Seorang saksi mata mengatakan polisi bersenjata memblokir akses menuju gerbang utama pangkalan.

Juru bicara unit tersebut pun mengatakan pihaknya tetap waspada dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan serta keamanan personel AS.

"Personel kami tetap waspada dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan anggota militer AS, warga sipil, kontraktor, serta keluarga mereka," kata juru bicara tersebut.

Pada Maret lalu, pemerintah Inggris memberikan izin kepada Angkatan Udara AS untuk menggunakan Fairford dalam melancarkan serangan terhadap lokasi rudal Iran yang disebut menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.

Beberapa bulan kemudian, Inggris menyatakan angkatan bersenjatanya siap melindungi negara tersebut dari berbagai bentuk serangan. Pernyataan itu disampaikan setelah Garda Revolusi Iran memperingatkan Inggris terkait keputusan mengizinkan pesawat pengebom AS beroperasi dari pangkalan di Inggris.

"Angkatan Bersenjata kami siap menjaga keamanan Inggris dari segala jenis serangan, baik di wilayah kami maupun dari luar negeri. Inggris siap mempertahankan diri selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu," kata juru bicara pemerintah Inggris.

(wiw/wiw)
placeholder