Iran Klaim Rampas Drone Bawah Laut Canggih AS di Selat Hormuz

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 10:05 WIB
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah merampas sebuah drone bawah laut milik Amerika Serikat (AS) yang ditemukan di Selat Hormuz.
Ilustrasi drone bawah air. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah merampas sebuah drone bawah laut milik Amerika Serikat (AS) yang ditemukan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan pada Minggu (27/9), angkatan laut IRGC menyebut bahwa kendaraan nirawak yang diidentifikasi sebagai REMUS 600 telah diamankan selama operasi intelijen di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui operasi terkoordinasi dan kompleks yang melibatkan pengawasan intelijen dan peperangan elektronik, personel angkatan laut IRGC berhasil merampas kendaraan bawah air tak berawak canggih milik militer AS," demikian keterangan IRGC, seperti dikutip AFP.

IRGC menambahkan drone tersebut saat ini telah diserahkan ke para ahli militer Iran untuk diambil data-datanya.

Berdasarkan keterangan IRGC, REMUS 600 yang dikerahkan Washington "beroperasi di Selat Hormuz untuk tujuan spionase."

REMUS 600 memiliki bobot relatif ringan dengan sistem modular yang dilengkapi dengan berbagai sensor, kamera, serta sistem sonar canggih. Kendaraan ini dirancang terutama untuk pengawasan, pemetaan dasar laut, penanggulangan ranjau laut, dan inspeksi bawah air.

[Gambas:Video CNN]

REMUS 600 dapat beroperasi di kedalaman 600 meter.

Menurut media Iran, drone ini digunakan oleh Angkatan Laut AS dan beberapa negara NATO.

Pusat Komando AS (CENTCOM), yang mengoordinasikan operasi militer AS di Timur Tengah, telah buka suara mengenai perampasan drone tersebut.

CENTCOM menampik bahwa drone AS telah direbut Iran. Juru bicara CENTCOM Tim Hawkins mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Washington mengendalikan penuh "semua aset drone operasional kami."

Ini adalah kali kedua Iran mengeklaim merampas persenjataan AS.

Awal bulan ini, IRGC mengaku merebut kapal selam AS di Selat Hormuz yang diidentifikasi sebagai Dive-LD, kendaraan bawah air otonom besar yang dibangun perusahaan pertahanan California, Anduril.

Ketika itu, CENTCOM secara implisit mengakui kapal selamnya telah diambil Iran. Namun, CENTCOM menyebut kendaraan tersebut telah malfungsi.

(blq/bac)
placeholder