Mojtaba Khamenei Diklaim Bakal Rombak Pimpinan Militer Iran

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 11:05 WIB
Irans new supreme leader, Mojtaba Khamenei, the second son of late Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, attends a meeting in Tehran, Iran, July 18, 2016. Amir Kholousi/ISNA/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PI
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Foto: via REUTERS/Amir Kholousi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei disebut mulai merombak struktur kepemimpinan militer Iran. Ia memerintahkan integrasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dengan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, sekaligus menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf.

Perintah tersebut disampaikan melalui dekrit pada Senin (10/8) lalu. Dalam dekrit itu, ia menetapkan penyelesaian proses integrasi kedua lembaga sebagai salah satu dari tiga prioritas bagi kepala staf baru.

Mojtaba juga meminta proses integrasi dilakukan sesuai rencana yang sebelumnya disusun oleh mendiang ayahnya, Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut berpotensi mengubah struktur komando militer Iran yang selama ini memisahkan fungsi Staf Umum dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Staf Umum bertugas menetapkan kebijakan militer, mengkoordinasikan berbagai cabang angkatan bersenjata, serta mengawasi kesiapan militer Iran.

Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya merupakan komando operasional gabungan Iran. Lembaga tersebut bertugas mengarahkan pasukan dalam perang dan operasi militer berskala besar.

Abdollahi bukan sosok baru dalam struktur komando militer Iran. Ia telah memimpin Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya sejak 2025.

Abdollahi juga masih menjalankan peran sebagai komandan operasional senior Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Pada Mei lalu, Abdollahi memberikan pengarahan kepada Mojtaba mengenai kesiapan Angkatan Darat, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serta angkatan bersenjata lainnya.

Dengan pengangkatan Abdollahi sebagai kepala Staf Umum sekaligus perintah untuk menyelesaikan integrasi kedua lembaga, perencanaan strategis dan komando operasional Iran berpotensi ditempatkan dalam struktur yang lebih terpadu.

Perubahan tersebut juga dapat membalik sebagian reorganisasi militer yang dilakukan Ali Khamenei pada 2016. Saat itu, Ali Khamenei memisahkan kepemimpinan Staf Umum dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Pada saat itu, Mantan kepala staf Hassan Firouzabadi pernah memimpin kedua struktur tersebut secara bersamaan. Namun, Khamenei kemudian menunjuk Mohammad Bagheri sebagai kepala Staf Umum.

Sementara Gholamali Rashid ditunjuk memimpin Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya. Rashid mendapat posisi utama dalam operasi militer saat perang.

Selain integrasi komando, Mojtaba juga memberikan tugas lain kepada Abdollahi. Ia meminta kepala staf baru meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dan pasukan Basij.

Abdollahi juga diminta memastikan militer Iran mampu merespons secara cepat dan efektif terhadap berbagai ancaman, termasuk ancaman militer konvensional, kognitif, dan hibrida.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)