Mantan Penyiar TV Resmi Dinobatkan Jadi Raja Uganda

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 19:00 WIB
King Edward Rukidi Nyabongo 1 of the Tooro Kingdom stands on his throne as the 13th monarch of the Batooro people in a ritual-laden coronation at the Karuziika palace, Fort Portal, Uganda September 29, 2026. REUTERS/Abubaker Lubowa
Eks jurnalis mantan pembawa berita TV dilantik jadi Raja Uganda. Foto: REUTERS/Abubaker Lubowa
Jakarta, CNN Indonesia --

Edward Rukidi Kijanangoma resmi dinobatkan sebagai Raja Kerajaan Tooro di Uganda pada Selasa (29/9). Dia dilantik menggantikan Raja Oyo Nyimba Kabamba Iguru Rukidi IV yang meninggal dunia bulan lalu karena kanker.

Kijanangoma adalah seorang mantan jurnalis yang pernah bekerja sebagai pembawa berita televisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelantikan Kijanangoma sempat memicu perseteruan keluarga, sebab sang ibu pernah mengatakan seorang putra yang sebelumnya dirahasiakan seharusnya berhak atas takhta.

Sebuah komite beranggotakan 21 orang dari klan kerajaan Babiito kemudian memilih Kijanangoma, yang merupakan sepupu dari Oyo Nyimba.

Dia kini menyandang nama baru kerajaan, yakni Edward Rukidi Nyabongo I, setelah melalui upacara adat yang meliputi penyembelihan sapi jantan dan pemercikan darah ayam di Fort Portal, ibu kota Tooro.

Nyabongo I berjalan ke Istana Karuziika antara tengah malam dan jam 3 pagi sebelum mengambil bagian dalam pertarungan simbolis untuk memperebutkan makota.

"Kita mempunyai tugas besar untuk melindungi budaya kita, tradisi dan adat istiadat kita, serta perilaku yang baik di antara masyarakat kita," kata Nyabongo I dalam pidato perdananya, seperti diberitakan Reuters.

Mantan rekan kerja Nyabongo I di lembaga penyiaran negara UBC tempat dia bekerja sebagai pembawa berita, menggambarkannya sebagai orang yang rendah hati dan membumi.

"Semua orang di Fort Portal senang karena raja baru ini. Kami sedang bersiap," kata seorang warga Tooro, Elizabeth Kengonze.

[Gambas:Video CNN]

Raja sebelumnya, Oyo Nyimba, meninggal dunia di Amerika Serikat pada 27 Agustus saat menerima pengobatan angiosarcoma yang merupakan kanker agresif.

Dia pernah menarik perhatian dunia pada tahun 1995 saat naik takhta pada usia tiga tahun setelah kematian ayahnya. Dia bahkan dijuluki sebagai "raja balita".

(dna)