Maskapai Flydubai menjadi sorotan setelah penerbangannya bernomor FDB1073 rute Dubai-Tel Aviv mendarat darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9) usai dikabarkan nyaris dibajak.
Media Israel Yedioth Ahronoth melaporkan insiden tersebut terjadi pada Rabu (30/9) setelah pesawat tiba-tiba mengirim sinyal bahaya yang mengindikasikan adanya pembajakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 90 menit setelah mengudara, pesawat mendadak mengirim kode 7700, yang menandakan keadaan darurat, dan kemudian diganti menjadi 7500, yang mengindikasikan insiden pembajakan.
Sejauh ini, pemerintah Israel membantah bahwa insiden ini merupakan pembajakan meski beberapa laporan terbaru memaparkan bahwa salah satu pilot sengaja ingin menjatuhkan pesawat yang mengangkut 174 penumpang itu hingga terlibat perkelahian dengan pilot satunya di atas pesawat.
Pembajakan pesawat menjadi salah satu ancaman paling serius dalam sejarah penerbangan. Sejumlah kasus bahkan berlangsung berhari-hari hingga berujung pada operasi penyelamatan dramatis dan menewaskan penumpang maupun pelaku.
Berdasarkan Times of India, berikut lima pembajakan pesawat yang paling dramatis dan mengerikan.
1. Pembajakan El Al 426
Penerbangan El Al 426 menjadi kasus pembajakan pesawat yang berlangsung paling lama. Pesawat tersebut terbang dari London menuju Roma sebelum dibajak anggota Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).
Para pembajak kemudian mengalihkan pesawat ke Aljir. Negosiasi antara pembajak dan pihak berwenang berlangsung selama 40 hari.
Setelah negosiasi panjang, para pembajak akhirnya membebaskan para sandera.
Kasus tersebut menunjukkan besarnya risiko keamanan yang dihadapi maskapai penerbangan, terutama penerbangan yang melintasi zona konflik. Insiden itu kemudian mendorong penerapan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat di dunia penerbangan.
2. Pembajakan di Dawson's Field
Pada 6 September 1970, PFLP melakukan serangkaian pembajakan pesawat dalam satu hari.
Empat pesawat menjadi sasaran. Dua di antaranya dibawa ke Dawson's Field di Yordania.
Para pembajak menyandera sekitar 310 penumpang dan awak pesawat. Mereka kemudian membebaskan sejumlah sandera non-Yahudi, tetapi tetap menahan penumpang dan awak pesawat Yahudi.
Situasi semakin tegang setelah para pembajak meledakkan pesawat yang sudah dikosongkan.
Insiden tersebut memicu ketegangan politik internasional dan memperburuk hubungan antara pemerintah Yordania dengan sejumlah faksi Palestina.
3. Pembajakan Air France 139
Pada 1976, penerbangan Air France 139 berangkat dari Athena menuju Paris. Pesawat tersebut kemudian dibajak empat militan yang mengalihkan penerbangan ke Uganda.
Para pembajak menuntut pembebasan sejumlah tahanan Palestina. Pesawat akhirnya mendarat di Bandara Entebbe dan situasi berubah menjadi kebuntuan.
Pasukan komando Israel kemudian melancarkan operasi penyelamatan untuk membebaskan para sandera.
Operasi tersebut berhasil menyelamatkan 105 penumpang. Namun, tiga penumpang, seorang komando Israel, dan 45 tentara Uganda tewas dalam insiden tersebut.
Operasi di Entebbe kemudian dikenal sebagai salah satu operasi penyelamatan sandera paling terkenal dalam sejarah pembajakan pesawat.
4. Pembajakan Lufthansa 181
Pada 1977, penerbangan Lufthansa 181 dibajak oleh anggota PFLP. Pesawat tersebut dialihkan ke sejumlah negara sebelum akhirnya mendarat di Somalia.
Para pembajak menuntut pembebasan sejumlah tahanan.
Setelah situasi berlangsung selama beberapa hari, unit antiterorisme Jerman GSG 9 melancarkan operasi penyelamatan.
Pasukan tersebut berhasil membebaskan seluruh 86 penumpang di dalam pesawat.
Operasi itu menyelamatkan para sandera, tetapi dua pembajak tewas dan sejumlah orang lainnya mengalami luka.
5. Pembajakan Malaysia Airlines 653
Pembajakan Malaysia Airlines Penerbangan 653 hingga kini masih menyisakan misteri.
Pesawat tersebut terbang dari Penang menuju Kuala Lumpur pada 1977. Dalam penerbangan itu, seorang pembajak yang identitasnya tidak diketahui diduga mengambil alih pesawat.
Tidak lama kemudian, seluruh komunikasi dengan pesawat terputus.
Pesawat akhirnya jatuh di wilayah pedesaan. Seluruh 100 orang di dalam pesawat tewas.
Identitas pembajak dan motif di balik pembajakan tersebut hingga kini tidak diketahui. Kasus ini pun menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah penerbangan yang belum terpecahkan.
(mge/rds)



